Senin, 30 Maret 2015

Jembatan Kenangan

Jembatan Kenangan




            Hari ini aku berangkat sekolah lebih semangat. Aku berharap sahabatku Hana menang lomba membuat puisi. Di sekolah, aku segera ke Mading sekolah. Ternyata Hana ada disana.
            “Hana selamat pagi,” sapaku pada Hana. Ia menoleh padaku. Mata merahnya menatap ku tajam.
            “Ran, kamu jahat. Kamu bohong. Bilangnya tidak ikut lomba. Tapi ada namamu disini,” bentaknya padaku sambil menunjuk kertas pengumuman di Mading. Ia lalu meninggalkanku sendiri. Aku heran, kenapa Hana marah padaku. Pasti gara-gara pengumuman ini. Ku baca pengumuman itu ‘pemenang  lomba  membuat  puisi,  Ran Amai’. Hah, namaku. Aku gak ikut lomba membuat puisi kok.
            Jam belajar dimulai. Di kelas pak guru Mulyo menyanjungku, karena menang  lomba. Aku melirik Hana, ia cemberut. Ia pasti marah. Pulang sekolah aku berusaha menjelaskan padanya. Tapi Hana menjauh. Aku menarik tangannya dan mengajaknya bicara, “Hana tunggu, aku gak ikut lomba itu.”
            Hana tersenyum sinis, “Kalau gak ikut. Kenapa ada namamu di pengumuman itu?” ia menarik tangannya dari genggamanku. “Ran, aku kecewa sama kamu,” Hana pergi keluar sekolah. Aku terdiam, kenapa ia seperti itu padaku. Bukankah kita sahabat.
Di rumah aku memberi tahu mama, “Ma, aku menang lomba buat puisi. Padahal aku gak ngirim puisiku. Aneh banget kan,” tuturku. Mama tersenyum lembut.
            “Kok aneh. Bagus kalau kamu menang. Mama yang kirim puisi kamu, sayang kalau puisi kamu cuma di simpan,” kata Mama. Aku  kaget sekali.
            “Mama seharusnya beri tahu aku dulu. Aku sudah janji sama Hana, tidak  ikut lomba itu. Aku ingin dia berkesempatan menang, karena aku sering menang. Sekarang dia marah padaku,” ucapku sedih. Mama kaget mendengarnya. Beliau mendekati ku.
            “Maafkan mama sayang. Kamu harus memberitahu yang sebenarnya ke Hana. Agar tidak ada salah paham,” usul mama sambil  mengelus kepalaku lembut. Aku mengangguk. Akan ku coba menjelaskan lagi pada Hana hari Senin.
            Hari Minggu, aku les piano. Aku berangkat dengan sepeda karena tempat les dekat rumah. Aku pamit ke mama, “Ma, berangkat dulu,” seru ku sambil mencium tangan mama.
            Mama menjawab, “Hati-hati ya sayang. Ayo cepat, nanti hujan.” Aku segera mengayuh sepedaku. Memang siang ini mendung. Kalau hujan turun, aku langsung pakai jas hujan. Syukurlah hujannya turun saat aku sudah sampai di tempat les. Aku yang tidak tahan dingin langsung mengenakan jaket. Udah hujan, eh, ruang lesnya ada AC-nya, dinyalain lagi. Brrr...!
            Aku mulai memainkan piano. Guru les mengawasi dengan sesama. Aduh, permainan pianoku hari ini buruk. Guruku heran, karena biasanya aku bermain dengan baik. Banyak not yang aku lupa. Kenapa begini? Aduh, Ran, ayo dong, batinku.
            Les piano selesai. Aku bergegas pulang. Untung tinggal gerimis, walau langit masih mendung. Kukayuh pelan sepedaku. Aku melihat sekelilingku. Jalan sungguh sepi. Aku melewati jalan cukup besar yang di sampingnya ada sungai jernih. Lalu aku melewati sebuah jembatan. Aku berhenti mengayuh. Aku parkirkan sepeda di pinggir. Aku berdiri di sisi kanan jembatan dan melihat langit.
            Aku ingat jembatan ini tempat aku bertemu dengan Hana dan mengikat janji persahabatan. Tapi sekarang Hana menjauhiku. Apa persahabatan yang sudah terjalin 7 tahun berakhir sampai disini? Aku tidak ingin itu terjadi. Aku sayang Hana.
            Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku. “Ahh..” teriak ku kaget. Aku menoleh ke belakang. “Hana” Ia berdiri di depanku. Kepalanya tertunduk.
            “Ee.. Ran. Aku gak sengaja lewat sini. Aku melihat kamu di jembatan, jadi aku ke sini. Ee.. aku mau,” Hana terhenti. Aku menunggu kelanjutnnya. “Ran, aku mau minta maaf. Soalnya kemarin aku marah dan menjauhi mu. Ibuku bilang, aku tidak boleh begitu. Aku harusnya memberi mu selamat,” mohonnya malu-malu. Kepalanya masih tertunduk. “Awalnya aku tidak sependapat dengan ibu karena menurutku kamu ingkar janji. Lalu ibuku bilang, kamu sahabat sejati ku. Setelah kupikir, ibuku benar. Jadi aku mohon maaf ya,” lanjutnya lagi.
            Aku senang sekali. “Iya aku maafin. Aku juga minta maaf udah ingkar janji. Tapi aku jujur, bukan aku yang ngirim puisi ku, tapi mamaku. Ngirimnya diam-diam,” jelasku pada Hana. Ia mengangkat kepalanya. Matanya berbinar dan senyum merekah di wajahnya.
            “Jadi kita sahabat selamanya,” seru Hana. Ia mengacungkan jari kelingking. Aku mengaitkan jari kelingkingku ke jarinya, dan tersenyum lembut. Tiba-tiba Hana menunjuk arah belakang antusias.
            “Pelangi,” kata Hana. Aku menoleh. Wah, indah sekali, ada 7 warna. Langit mendung perlahan menghilang. Aku dan Hana tersenyum melihat pelangi sambil bergandengan tangan.
            “Hana, kamu ingatkan. Jembatan ini tempat kita pertama kali bertemu dan berjanji untuk bersahabat,” ucapku ke Hana.
“Ingat dong. Waktu itu aku berdiri disini lagi nangis. Lalu datang kamu bawa es krim dan memberinya ke aku,” kata Hana mantap.
            “Iya. Lalu kita melihat pelangi bersama disini. Seperti sekarang,” lanjutku. Pelangi perlahan memudar. Hana menarik tanganku, “Ayo kita pulang, udah sore. Nanti ortu kita khawatir,” nasihatnya. Aku tersenyum.
            “Tunggu, kita beli es krim dulu. Baru aku antar kamu pulang naik sepeda,” usulku. Hana  mengangguk  gembira. “Aku traktir,” seruku.
            “Yei, terima kasih.”


            “Sama-sama.” Aku menggonceng Hana menuju toko es krim dengan ceria.

Rahasia Rico

Rahasia Rico


            Rafi dan Nono berdiri depan kelas menunggu kedatangan sahabatnya Rico. Mereka sudah 1 bulan tidak bertemu karena libur sekolah. Rico liburan ke Cina, Rafi dan Nono di Indonesia. “Rico, akhirnya datang juga. Aku kangen banget sama kamu,” Nono berlari langsung memeluk Rico tapi wajah Rico sangat murung. Kedua sahabatnya bingung melihatnya. Dia berubah, padahal biasanya sangat bersemangat.
            “Kamu kenapa Ric, kok murung?” tanya Rafi sambil terus memakan cemilan.
            “Gak, aku baik-baik aja. Masuk kelas yuk,” Rico menjawab tapi raut wajah tidak berubah.
            Suudah seminggu sejak kembali masuk sekolah. Rico berubah menjadi pemurung, pendiam, tidak pede. Nono dan Rafi makin bingung. Akhirnya mereka bertanya pada Rico, apa yang terjadi.
            “Ric, kamu kenapa sih? Udah seminggu sifatmu berubah drastis. Bukannya kamu abis liburan ke Cina?” selidik Rafi penasaran.
            “O, ya, Rico tas kamu kan baru tuh, dari Cina lagi, kok malah dibungkus matel tas sih. Ada apa sebenarnya?”lanjut Nono membuat wajah Rico memerah.
            “Begini, waktu di bandara mau pulang ke Indonesia, aku salah ambil kotak yang isinya tas baruku. Pas sudah sampai di rumah baru aku sadar isi kotak itu bukan tasku tapi tas anak cewe dari Cina. Aku malu banget. Jadi aku bungkus.,” jelas Rico sedih dan kecewa. Melihat Rico, kedua sahabatnya berusaha menghiburnya.
            “Sudahlah Rico, walaupun kamu gak suka tas itu kamu harus tetap bersyukur,” hibur Rafi, terus mengunyah roti.
            “Bagaimana kalau kamu kasih aja tas itu ke anak-anak panti asuhan, yang cewek lo,” usul Nono.
            “Kamu benar. Baiklah, aku izin ke orang tuaku dulu ya,” jawab Rico. Dia kembali seperti dulu, Nono dan Rafi kembali lega. Ternyata Papa dan Mama Rico sangat mendukung usulan Nono.
“Bagus Rico, ini baru anak Mama dan Papa,” jawab Papa dan Mama Rico sambil tersenyum.
Rico, Rafi, dan Nono pergi mengunjungi panti asuhan. Di sana mereka terlihat banyak anak yatim piatu bermain. Akhirnya Rico memutuskan member tas itu ke salah satu anak perempuan umur sepuluh tahun yang sedang menggambar. Anak itu sangat senang dan berterima kasih ke Rico, Nono, dan Rafi.
Tiga sahabat sangat bahagia hari ini karena telah membantu sesama.

Sabtu, 07 Maret 2015

Tips Sebelum Ujian Nasional dan Ulangan Umum


Tips Sebelum Ujian Nasional dan Ulangan Umum

            Mendengar kata ujian atau ulangan pasti membuat hati dan pikiran kita gusar, apalagi kalau soal yang diberikan susah-susah terutama soal essay. Siswa-siswa di kelas pasti langsung teriak, “Yah, ulangan,” setelah mendengar dari guru mereka kata ulangan dan bagi yang sudah kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA pada mulai stress mikirin soal ujian nasional penentu lulus atau tidaknya mereka dari sekolah.
            Nah, untuk membantu meringankan beban kalian semua para anak-anak sekolah, di sini saya mau bagi-bagi Tips Sebelum Ujian Nasional dan Ulangan Umum untuk kalian-kalian yang sebentar lagi menghadapi ujian maupun ulangan. Berikut tips-tips dari saya:
1.    Jaga Kesehatan
            Ini sangat penting karena kalau kita tidak sehat saat ulangan atau ujian maka ujian dan ulangan kita akan terganggu. Cara menjaga kesehatan, antara lain dengan makan teratur dan jangan lupa sarapan pagi di rumah; makan makanan yang bergizi seperti ikan yang mengandung banyak protein, vitamin, dan mineral, banyak minum air putih dan susu, juga perbanyak makan sayur dan buah-buahan segar; olahraga secukupnya supaya tubuh tetap bugar; dan jangan tidur kemalaman agar tidak mengantuk dan terlambat saat ujian dan ulangan.
2.    Belajar
            Belajar merupakan hal yang harus dilakukan sebelum ulangan dan ujian agar kita bisa menjawab soal-soal yang diujiankan ataupun yang diulangkan. Pertama, sebelum mulai belajar, kita harus benar-benar meniatkan hati dan pikiran kita untuk belajar dengan baik dan teratur agar semangat nantinya saat belajar dan bila perlu buat jadwal belajar di rumah. Kedua, kita beranikan diri membuka dan membaca buku materi pelajaran yang kita punya dan temukan yang penting-penting, bisa digaris bawahi atau distabilo dan buat catatan kecil di notes yang keren biar semangat waktu di baca  lagi. Ketiga, selidiki cara belajar yang cocok dengan diri masing-masing karena tipe belajar orang berbeda-beda, ada yang suka belajar dengan tenang, ada juga yang senang belajar sambil mendengarkan musik (seperti saya), ada yang belajar di waktu pagi atau malam, atau belajar sambil makan cemilan favorit, semua tergantung selera masing-masing dan ini penting di selidiki supaya kita nyaman saat belajar. Keempat, membaca ulang materi pelajaran yang sudah dibuat catatan kecilnya atau yang sudah digaris bawahi, untuk mengingatkan kembali semua materi yang sudah ada di otak kita selama ini. Kelima, latihan mengerjakan soal-soal sebanyak mungkin yang model soalnya sama dengan yang biasa keluar di soal ulangan atau ujian, seperti soal ulangan atau ujian tahun lalu dan kumpulan soal-soal yang ada di buku-buku kumpulan soal. Terakhir, jika masih belum mengerti materi pelajaran yang sudah dipelajari, kalian bisa menanyakan pada yang lebih tahu dan paham tentang materi itu, seperti guru, orang tua, kakak, atau teman dan sahabat yang lebih pintar, sampai kalian paham dan mengerti dan jangan lupa ucapkan terimakasih.
3.    Kurangi Waktu Bermain
            Kalau biasanya sepulang sekolah langsung main game, main HP, main android, dan lain-lain, sebaiknya dikurangi. Sudah saatnya untuk konsentrasi belajar supaya belajar bisa lebih teratur dan nilai hasil ulangan dan ujiannya bagus semua.
4.    Siapkan Semua Alat dan Perlengkapan
            Siapkan alat-alat untuk ujian atau ulangan dan semua disimpan di satu tempat, pensil 2B lebih dari satu, rautan, penghapus pensil, dan untuk jaga-jaga bawa juga pulpen dan tip-ex. Siapkan juga kartu ujian, jangan sampai kelupaan sebab biasanya bagi yang tidak bawa kartu ujian maupun ulangan tidak bisa mengikuti ujian atau ulangan, kalau begitu bisa repotkan. Penting juga nih, untuk memperhatikan kelengkapan dan kerapian seragam sekolah yang dikenakan saat ulangan, sudah sesuai aturan sekolah dan sudah rapi atau lengkap belum, agar tidak terganggu masalah harus merapikan seragam saat ujian dan ulangan sedang berlangsung karena kita tidak tahu pengawas seperti apa yang akan mengawas kita nantinya, kalau pengawasnya peduli hal-hal ini maka bisa repot nantinya.
5.    Berdoa Sebelum Mengerjakan
            Nah, ini jangan sampai dilupakan, setelah melakukan semua yang ada di atas, kita harus Berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa agar ulangan dan ujian kita dipermudah dan diperlancar. Juga jangan lupa sebelum belajar harus berdoa dulu supaya materi pelajaran yang kita pelajari dapat mudah dipahami, dimengerti, dan diingat.

            Sekarang kalian pasti bisa mengerjakan ulangan dan ujiannya setelah berusaha dan melakukan semua hal di atas dengan sungguh-sungguh. Yakinlah pada diri kalian, “Aku Pasti Bisa,” dan jangan harapkan contekan dari yang lain. Jangan beri contekan juga pada temanmu karena dengan begitu kamu bisa membantunya agar lebih mandiri dan tidak membuatnya bodoh serta malas karena tidak mau belajar sendiri dan mengharapkan bantuan orang lain. Menyontek itu bukan perbuatan yang baik dan terpuji.
            Selamat mengerjakan Ulangan dan Ujian. Semoga sukses dan dapat nilai yang bagus juga memuaskan hati kalian serta membuat bangga orang tua dan guru kalian ya!