Rahasia
Rico
“Kamu kenapa Ric, kok murung?” tanya
Rafi sambil terus memakan cemilan.
“Gak, aku baik-baik aja. Masuk kelas
yuk,” Rico menjawab tapi raut wajah tidak berubah.
Suudah seminggu sejak kembali masuk
sekolah. Rico berubah menjadi pemurung, pendiam, tidak pede. Nono dan Rafi
makin bingung. Akhirnya mereka bertanya pada Rico, apa yang terjadi.
“Ric, kamu kenapa sih? Udah seminggu
sifatmu berubah drastis. Bukannya kamu abis liburan ke Cina?” selidik Rafi
penasaran.
“O, ya, Rico tas kamu kan baru tuh,
dari Cina lagi, kok malah dibungkus matel tas sih. Ada apa sebenarnya?”lanjut
Nono membuat wajah Rico memerah.
“Begini, waktu di bandara mau pulang
ke Indonesia, aku salah ambil kotak yang isinya tas baruku. Pas sudah sampai di
rumah baru aku sadar isi kotak itu bukan tasku tapi tas anak cewe dari Cina.
Aku malu banget. Jadi aku bungkus.,” jelas Rico sedih dan kecewa. Melihat Rico,
kedua sahabatnya berusaha menghiburnya.
“Sudahlah Rico, walaupun kamu gak
suka tas itu kamu harus tetap bersyukur,” hibur Rafi, terus mengunyah roti.
“Bagaimana kalau kamu kasih aja tas
itu ke anak-anak panti asuhan, yang cewek lo,” usul Nono.
“Kamu benar. Baiklah, aku izin ke
orang tuaku dulu ya,” jawab Rico. Dia kembali seperti dulu, Nono dan Rafi
kembali lega. Ternyata Papa dan Mama Rico sangat mendukung usulan Nono.
“Bagus
Rico, ini baru anak Mama dan Papa,” jawab Papa dan Mama Rico sambil tersenyum.
Rico,
Rafi, dan Nono pergi mengunjungi panti asuhan. Di sana mereka terlihat banyak
anak yatim piatu bermain. Akhirnya Rico memutuskan member tas itu ke salah satu
anak perempuan umur sepuluh tahun yang sedang menggambar. Anak itu sangat senang
dan berterima kasih ke Rico, Nono, dan Rafi.
Tiga
sahabat sangat bahagia hari ini karena telah membantu sesama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar