Senin, 30 Maret 2015

Rahasia Rico

Rahasia Rico


            Rafi dan Nono berdiri depan kelas menunggu kedatangan sahabatnya Rico. Mereka sudah 1 bulan tidak bertemu karena libur sekolah. Rico liburan ke Cina, Rafi dan Nono di Indonesia. “Rico, akhirnya datang juga. Aku kangen banget sama kamu,” Nono berlari langsung memeluk Rico tapi wajah Rico sangat murung. Kedua sahabatnya bingung melihatnya. Dia berubah, padahal biasanya sangat bersemangat.
            “Kamu kenapa Ric, kok murung?” tanya Rafi sambil terus memakan cemilan.
            “Gak, aku baik-baik aja. Masuk kelas yuk,” Rico menjawab tapi raut wajah tidak berubah.
            Suudah seminggu sejak kembali masuk sekolah. Rico berubah menjadi pemurung, pendiam, tidak pede. Nono dan Rafi makin bingung. Akhirnya mereka bertanya pada Rico, apa yang terjadi.
            “Ric, kamu kenapa sih? Udah seminggu sifatmu berubah drastis. Bukannya kamu abis liburan ke Cina?” selidik Rafi penasaran.
            “O, ya, Rico tas kamu kan baru tuh, dari Cina lagi, kok malah dibungkus matel tas sih. Ada apa sebenarnya?”lanjut Nono membuat wajah Rico memerah.
            “Begini, waktu di bandara mau pulang ke Indonesia, aku salah ambil kotak yang isinya tas baruku. Pas sudah sampai di rumah baru aku sadar isi kotak itu bukan tasku tapi tas anak cewe dari Cina. Aku malu banget. Jadi aku bungkus.,” jelas Rico sedih dan kecewa. Melihat Rico, kedua sahabatnya berusaha menghiburnya.
            “Sudahlah Rico, walaupun kamu gak suka tas itu kamu harus tetap bersyukur,” hibur Rafi, terus mengunyah roti.
            “Bagaimana kalau kamu kasih aja tas itu ke anak-anak panti asuhan, yang cewek lo,” usul Nono.
            “Kamu benar. Baiklah, aku izin ke orang tuaku dulu ya,” jawab Rico. Dia kembali seperti dulu, Nono dan Rafi kembali lega. Ternyata Papa dan Mama Rico sangat mendukung usulan Nono.
“Bagus Rico, ini baru anak Mama dan Papa,” jawab Papa dan Mama Rico sambil tersenyum.
Rico, Rafi, dan Nono pergi mengunjungi panti asuhan. Di sana mereka terlihat banyak anak yatim piatu bermain. Akhirnya Rico memutuskan member tas itu ke salah satu anak perempuan umur sepuluh tahun yang sedang menggambar. Anak itu sangat senang dan berterima kasih ke Rico, Nono, dan Rafi.
Tiga sahabat sangat bahagia hari ini karena telah membantu sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar