BASKET
SEJARAH BASKET
Pada tahun 1891, Dr.
James Naismith., seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah
perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat
Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang
tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New
England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di
Ontario, Naismith menciptakan
permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Pertandingan resmi
bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di
tempat kerja Dr. James Naismith. Basket ball(sebutan
bagi olahraga ini dalam bahasa Inggris), adalah sebutan yang digagas oleh salah
seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika
Serikat. Penggemar fanatiknya ditempatkan di seluruh cabang YMCA di Amerika
Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di
seluruh negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya,
setiap tim berjumlah
sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya
dapat berpindah melalui pass (lemparan). Sejarah peraturan permainan basket
diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan
dasar tersebut adalah sebagai berikut.
1.
Bola dapat
dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2.
Bola dapat dipukul
ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh
dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3.
Pemain tidak
diperbolehkan berlari sambil memegang bola.
Pemain harus
melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan
apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4.
Bola harus dipegang
di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak
diperbolehkan memegang bola.
5.
Pemain tidak
diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain
lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan
dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa
pendiskualifikasian pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola
lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk
mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut
bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak
diperbolehkan.
6.
Sebuah kesalahan
dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan
pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan
pada aturan 5.
7.
Apabila
salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu
akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya
pelanggaran balik oleh lawan).
8.
Gol terjadi apabila
bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang,
dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol
tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan
menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah
gol.
9.
Apabila bola keluar
lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan
oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat
tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam
lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam
genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka
kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang
dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan
pelanggaran.
10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para
pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila
terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak
penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan
yang tercantum dalam aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan
bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan,
pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak
menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing
10 menit.
13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan
dinyatakan sebagai pemenang.
Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade
Berlin 1936, ia dinamakan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket
Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, ia menjadi warga negara Amerika
Serikat pada 4 Mei 1925.
Naismith meninggal dunia 28
November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah untuk kedua
kalinya.
kalinya.
Sejarah Masuknya Permainan Bola Basket Di Indonesia
Pada tahun 1920-an,
gelombang perantau-perantau dari Cina masuk ke Indonesia. Mereka pun membawa
permainan basket yang sudah dua dasawarsa dikembangkan di sana. Para perantau
itu membentuk komunitas sendiri termasuk mendirikan sekolah Tionghoa.
Akibatnya, basket cepat berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa. Di
sekolah-sekolah Tionghoa itu, bola basket menjadi salah satu olahraga wajib
yang harus dimainkan oleh setiap siswa. Tidak heran jika di setiap sekolah
selalu ada lapangan basket. Tidak heran juga jika pebasket-pebasket yang
menonjol penampilannya berasal dari kalangan ini. Pada era 1930-an
perkumpulan-perkumpulan basket mulai terbentuk. Kota-kota besar seperti
Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Medan; menjadi sentral
berdirinya perkumpulan basket ini.
Usai Proklamasi
Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota
yang menjadi basis perjuangan seperti Yogyakarta dan Solo. Pada PON (Pekan
Olahraga Nasional) I (1948) di Solo, bola basket dimainkan untuk pertama kali
di level nasional.
Usai Proklamasi Kemerdekaan,
17 Agustus 1945, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota yang menjadi
basis perjuangan seperti Yogyakarta dan Solo. Pada PON (Pekan Olahraga
Nasional) I (1948) di Solo, bola basket dimainkan untuk pertama kali di level
nasional.
Pada tahun 1951,
Maladi – salah satu tokoh olahraga nasional, meminta Tonny Wend an Wim
latumenten untuk membentuk organisasi basket di Idonesia. Jabatan Maladi waktu
itu adalah sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Atas prakarsa kedua
tokoh itu maka pada 23 Oktober 1995 dibentuklah organisasi dengan nama
“persatuan Basket seluruh indonesia”. Pada tahun 1955, diadakan penyempurnaan
nama sesuai kaidah Bahasa Indonesia.
LAPANGAN BASKET
1)
Lapangan bola basket
berbentuk persegi panjang. Ukuran lapangan:
·
Panjang = 26 meter.
·
Lebar = 14 meter.
·
Diameter lingkaran tengah =
3,60 meter.
·
Panjang garis daerah
hukuman = 1,20 meter.
2) Ukuran ring dan papan pantul:
·
Ukuran
papan = 1,05 × 1,8m dengan kotak kecil di tengah 45 × 59 cm.
·
Jarak
papan paling bawah ke lantai = 2,9 m.
·
Tinggi
ring dari lantai = 3,05 m.
·
Diameter
ring = 45 cm.
·
Jarak
tepi ring ke papan = 15 cm.
·
Jarak
baseline/endlineke papan = 1,2 m.
·
Panjang
jaring terjuntai = 40-45 cm.
PEMAIN
Setiap regu dalam permainan bola basket terdiri
atas 12 orang, namun hanya 5 orang yang menjadi pemain lapangan. Dalam sebuah pertandingan,
satu regu memiliki satu orang pelatih dan asisten pelatih, serta memiliki satu
orang kapten yang diambil dari salah
seorang pemain.
seorang pemain.
BOLA BASKET
Bola basket berbentuk bulat, ter-buat dari
karet, kulit, atau bahan sintetis lainnya. Lingkaran bola 74,9-78 cm dan
berat 567-650 gram.
WAKTU PERMAINAN
Waktu pertandingan dalam permainan bola basket
adalah 2 × 20 menit atau 4 × 12 menit, dengan lamanya istirahat berkisar antara 10-15
menit.
POLA PENYERANGAN
Pola Penyerangan
dalam permainan bola basket adalah suatu usaha yang dijalankan oleh suatu tim
untuk menerobos aerah pertahanan lawan, sehingga dapat membuahkan
hasil atau angka. Berikut ini
pola-pola penyerangan pada permainan bola basket.
1. Penyerangan Bebas
Penyerangan bebas
adalah penyerangan tanpa bola yang sangat bergantung dari penguasaan teknik,
taktik, dan kesempurnaan fisik setiap anggota tim yang sangat tinggi. Meskipun
bebas, namun penyerangan itu tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi
harus tetap kerja sama dengan teman lain dengan dasar mengoper dan berlari
antara 2 atau 3 orang pemain, mereka betul-betul harus ada saling pengertian.
2. Penyerangan Kilat
Dasar penyerangan
kilat adalah dengan 2 atau 3 operan harus sudah melakukan tembakan. Serangan
kilat merupakan usaha untuk memperoleh posisi tembakan, pada saat lawan belum
sempat menempati posisi jaganya. Serangan kilat itu merupakan senjata yang
sangat baik untuk menghancurkan pertahanan lawan. Usaha ke arah ini ialah bahwa
sedikitnya 3 orang pemain harus segera mengisi 3 lorong serangan ( samping
kiri, tengah, dan kanan). Semua pemain harus dilatih agar mempunyai pengertian
dengan cepat pada setiap situasi untuk menempati ketiga lorong.
3. Penyerangan Kilat Berpola
Serangan kilat
berpola dimulai dengan adanya situasi tertentu misalnya dari situasi bola
lancar, situasi lemparan ke dalam, atau situasi sesudah menutupi daerah pada
waktu bertahan.
4. Penyerangan Berpola
Penyerangan bepola adalah
penyerangan dengan mengatur setiap pemain yang mempunyai tugas-tugas tertentu
dan menguasai jalur gerakan. Pergerakan pemain dan bola ditentukan dengan
pasti, sehingga tim itu memperoleh serangan yang diatur dan sanagt menghemat
tenaga. Penyerangan berpola ini sangat baik dilakukan bila setiap pemain sukar
menembus penjagaan lawan, serta usaha untuk memperlambat permainan. Dapat pula
digunakan bila terjadi situasi penyerangan kilat lawan yang sangat kuat atau
pada detik-detik terakhir tim itu memperoleh kemenangan tipis.
Dasar-Dasar membuat
pola
Dalam membuat pola
dasar pokok pola penyerangan harus ada:
1.
Seorang mengatur
serangan
2.
Seorang pengaman
3.
Seorang atau
beberapa orang penembak, baik yang bersamaan ataupun bergelombang
4.
Seorang menutupi
daerah bila tembakan gagal
Pedoman membuat pola
Pedoman untuk
membuat pola penyerangan dalam menghadapi pertahanan daerah lawan dilakukan
dengan memerhatikan hal berikut ini:
·
Dasar umum membuat
pola
·
Dapat memecahkan
perhatian pemain bertahan ke arah 2 atau 3 pemain penyerang
·
Ada pengatur yang
hilir mudik di bawah basket lawan
·
Ada penekan pada
daerah tertentu kemudian penekanan itu berpindah ke bagian lain
·
Memilih pemain yang
mampu untuk melakukan tembakan jarak sedang atau jarak jauh
·
Memilih pemain yang
mahir oper – mengoper bola dengan cepat
Adegan-adegan Pola Penyerangan
Berikut ini beberapa
adegan pola penyerangan.
1.
Adegan 1-3-1 (Pola
diamond)
Adegan diamond
sangat baik untuk penyerangan terhadap pertahanan daerah maupun pertahanan satu
lawan satu. Unsur utama bila dua orang pemain jangkung.
Berikut ini pedoman
membuat pola penyerangan bila menghadapi pertahanan satu lawan satu:
·
Mengetahui dasar
umum membuat pola
·
Pemain yang mahir
mengadakan pembayangan
2.
Adegan 1-2-1 (Pola
ault mann)
Adegan ault mann
dapat diterapkan apabila suatu regu tidak mempunyai pemain jangkung.
3.
Adegan 2-3 (Pola
reverse)
Pola reverse
diperlukan untuk penyerangan terhadap pertahanan satu lawan satu. Kemahiran
memotong, membayang, dan kelincahan sangat dibutuhkan dalam melakukan pola
peyerangan ini.
POLA PERTAHANAN
Pola pertahanan
adalah suatu usaha yang dijalankan oleh tim bertahan dalam rangka
menghalau serangan lawan. Berikut ini unsur pelaksanaan pola pertahanan.
1)
Sikap Jaga
Berikut ini cara
melakukannya.
·
Tekukkan kedua
lutut, badan sedikit condong ke depan dengan
punggung hampir lurus. Awasi selalu gerak lawan dan bola.
·
Berdirilah sedikit
pada ujung kaki selalu menjaga keseimbangan.
·
Rentangkan dan
angkat tangan untuk menghalangi operan dan pandangan tembakan lawan.
2)
Olah kaki untuk
memenangkan langkah ketika melakukan pertahanan
Berikut ini cara
melakukan olah kaki.
·
Bergeraklah
dengan cara pendekatan, menggeser, dan langkah mundur tanpa melakukan
langkah silang.
·
Jaga
jarak sebaik-baiknya dengan posisi jaga mengingat syarat jaga umun maupun
khusus.
·
Jangan sekali-kali
mengadakan langkah silang.
·
Ambilah jarak lebih cepat
selangkah dalam mengikuti penggiring
·
Rapatkan dan cegahlah lawan
yang jelas-jelasakan menembak bola atau baru saja selesai menggiring bola.
·
Jangan meloncat sebelum
jelas pemain meloncat lebih dahulu.
·
Untuk menghindari tipuan
pandanglah pinggang lawan.
·
Hadang dan tutuplah jalan
pemotong yang menuju ke daerah basket.
3)
Dasar-dasar umum dalam
penjagaan
Penjaga harus berdiri diantara lawan dan ring basket. Bila lawan itu
jauh dari bola, kita boleh meninggalkan garis khayal antara lawan dan ring
basket untuk sedikit mengikuti mengawasi jalannya bola.
4)
Posisi jaga dan pembagian
daerah
Posisi jaga dengan mempertimbangkan daerah, kemampuan, dan penguasaan
penyerang. Daerah posisi A posisi jaga di antara lawan dan bola. Daerah posisi
B jaga di samping lawan, sesuai dengan posisi bola. Daerah C posisi jaga sesuai
dengan dasar umum jaga.
5) Pertahanan bersama
a) Pertahanan daerah
Pada pertahanan daerah,
setiap pemain diberi tugasmenjaga daerah tertetu. Mengigat susunannya, maka
pertahanan daerah disebut pertahanan daerah 2-1-2, 2-3, 3-2, 1-2-2, dan 2-2-1.
Setiap susunan pertahan ini mempunyai kelemahan dan kekuatannya masing-masing.
Bila tim mempunyai pemain yang tinggi besar tetapi lamban gerakannya maka
pertahanan daerah sangat menguntungkan bagi pemain tersebut.
Keuntungannya antara lain:
·
Sangat baik untuk melawan
tim yang lemah dalam mengolah bola
·
Sangat baik untuk melawan
tim yang menggunakan penyerangan berpola
·
Mematikan penyerangan
penembak dengan memoros
·
Menghindari kesalahan
perorangan
·
Sangat baik untuk melawan
penyerangan dengan menggunakan pemain penggiring yang terampil
·
Sangat baik untuk melawan
pemotong-pemotong yang terampil
Adapun kelemahannya antara
lain :
·
Bila lawan menggunakan
serangan kilat
·
Bila lawan terampil
oper-mengoper dengan cepat
·
Bila lawan menembak dari
jarak jauh dengan terampil
·
Perhatian setiap pemain
terpecah terhadap dua pemain lawan atau lebih
·
Ada daerah-daerah lemah
(tidak terjaga)
b) Pertahanan satu lawan satu
Pertahanan satu lawan satu
adalah pertahanan dengan menugaskan setiap orang untuk menjaga seorang lawan.
a.
Pertahanan satu lawan satu
dengan tetap, artinya penjaga harus tetap menjaga seorang pemain lawan. Untuk
memelihara ketetapan jaga pemain pembayang, berikan jalan kepada penjagaanya
dengan mundur satu setengah langkah.
b.
Pertahanan satu lawan satu
dengan ganti jaga, artinya apabilaterjadi pembayangan segera penjaga mengadakan
pergantian jaga. Ada baiknya bila menghendaki pergantian jaga, salah satu
penjaga yang terkena pembayangan menyentuh kawannya atau bertindak untuk segera
mengadakan langkah pergantian.
c.
Pertahanan satu lawan satu
dengan penolong, apabila dalam penjagaan satu
lawan satu terjadi kebobolan dari salah seorang penjaga, maka salah seorang
penjaga yang terdekat menolong untuk menutup pemain yang menerobos sampai
penjaga yang kebobolan tadi siap untuk menjaganya kembali. Setelah itu penjaga penolong cepat kembali menjaga penyerang yang di
jaganya.
MEMECAHKAN (ZONE OFFENSE)
Zone defense memberikan
permasalahan tersendiri untuk offense. Strategy yang berhasil diterapkan untuk
melawan man-to-man defense sering kali tidak bisa dijalankan ketika melawan
zone defense. Strategi zone offense harus digunakan menghadapi
zone defense. Terdapat dua jenis zone offense yang digunakan, yaitu “zone 1″
dan “zone 2″. Kedua zone offense tersebut dirancang untuk melawan zone defense
dengan dua pemain defensive didepan (“zone 1″), dan zone defense dengan satu
pemain defensive didepan (“zone 2″).
Petunjuk umum menyerang zone defense:
·
Gunakan
serangan cepat
·
Lakukan
defense full-court press
·
Analisa
jenis zone defense lawan
·
Sabar
·
Offensive
rebound
·
Jaga
jarak antar pemain
·
Usahakan
menyerang dari dalam
·
Passing
cepat
·
Terapkan
screen
·
Perimeter
dalam posisi triple-threat
·
Strategi
terakhir
PERWASITAN DALAM PERMAINAN BOLA BASKET
A. Klasifikasi Wasit bola basket
Wasit bola basket ditentukan oleh Pengurus Besar
Bola Basket Seluruh Indonesia ( PB PERBASI), Dalam hal ini dibantu oleh komisi
wasit. Hak dan kewajiban komisi wasit, menatar, mengangkat, menghentikan wasit
dari tingkat C sampai A, dan mengusulkan para wasit untuk mengikuti ujian wasit
internasional. Klasifikasi wasit PERBASI terdiri atas wasit anggota (C), wasit
daerah (B2), wasit wilayah (B1), wasit internasional (A), dan wasit
internasional.
B. Perlengkapan Wasit Bola Basket
Perlengkapan wasit dalam permainan bola basket
antara lain peluit, celana panjang berwarna abu-abu, kemeja atau kaos abu-abu,
dan sepatu basket atau sepatu tenis.
C. Tugas dan kewajiban Wasit
Pertandingan bola basket dipimpin oleh dua orang
wasit, yaitu wasit I (referee) dan wasit II (umpire). Berikut ini kewajiban dan
kekuasaan khusus wasit I.
1) Melaksanakan bola loncat pada tiap permulaan
babak
2) Memeriksa dan mengesahkan semua perlengkapan
alat pertandingan dan alat-alat petugas meja.
3) Menetapkan jam permainan yang resmi dan
menyesuaikan tanda perwasitan kepada wasit II dan petugas meja.
4) Melarang pemain menggunakan alat-alat yang
mungkin dapat membahayakan pemain lain.
5) Bila terjadi perbedaan pendapat mengenai gol
yang terjadi, maka wasit I harus memutuskan masuk atau tidaknya.
6) Berhak menghentikan pertandingan bila keadaan
menghendaki
7) Bila di antara petugas meja terdapat perbedaan
pendapat, wasit I harus memutuskan persoalan ini
8) Memeriksa dan mengesahkan angka dalam daftar
angka pada tiap akhir suatu babak.
9) Memutuskan setiap peristiwa yang tidak
tertampung dalam peraturan permainan dan peraturan pertandingan.
Sebelum pertandingan dimulai wasit harus
mengadakan pemeriksaan alat dan fasilitas pertandingan, menyesuaikan
tanda-tanda perwasitan, pemeriksaan pemain dan undian tempat. Pada tiap
permulaan babak, wasit I harus mengadakan bola loncat dengan mengambil posisi
menghadap ke tempat petugas meja.
Sebelum melaksanakan bola loncat, wasit I harus memberi
tanda dengan cara ibu jari tangan diacungkan ke atas kepada wasit II, Kemudian
wasit II bertanya kepada petugas meja apakah sudah dapat dimulai, bila petugas
meja menjawabjuga dengan ibu jari tangan, wasit II segera memberi jawaban
kepada wasit I dengan mengacungkan ibu jari tangan. Bila semuanya telah siap,
segeralah wasit I melaksanakan bola loncat.
Setelah bola loncat pertama dilaksanakan, maka
tidak ada lagi istilah wasit I dan Wasit II, tetapi yang ada wasit pemandu dan
wasit penyerta. Dalam menjatuhkan keputusan, antara wasit I dan Wasit II tidak
ada perbedaan kekuasaan. Bila terjadi keputusan yang berlawanan tetapi bersifat
setaraf, maka harus diadakan bola loncat.
D. Pedoman Menjatuhkan Kesalahan Perorangan
Menjatuhkan suatu kesalahan kepada pemain
haruslah tepat, sebab dari suatu kesalahan seorang pemain dapat langsung
dikeluarkan setelah melakukan kesalahan lima kali dan pihak lawannya mungkin
dapat memperoleh angka.
Berikut ini pedoman menjatuhkan
kesalahan perorangan.
1) Pada waktu mengamati suatu peristiwa, wasit
benar-benar melihat dengan nyata semua pemain yang ikut berperan dalam
peristiwa itu sejak sebelum kejadian, saat kejadian dan akibat kejadian.
2) Tidak ada persinggungan tidak ada kesalahan.
3) Persinggungan yang bagaimana pun kerasnya diperbolehkan
bila kedua pemain yang bertanding mempunyai jarak yang sama terhadap bola
melakukan persinggungan yang wajar.
4) Menjatuhkan blocking hanya terhadap pemain
penyerang yang tidak menguasai bola.
5) Pertanggungjawaban persinggungan dilihat dari
vertikalitas pemain, yaitu tabung silinder yang dibuat bila pemain dalam sikap
berdiri tegak berkacak pinggang dengan kadua belah tangannya dan berputar.
Kalau seorang pemain keluar dari vertikalitasnyadan mengadakan persinggungan
maka harus bertanggung jawab akan persinggungan tersebut.
6) Bila dua orang pemain dari kedua regu pada waktu
yang bersamaan atau hampir bergerak dengan arah yang sama, maka pemain yang
dibelakang bertanggung jawab akan persinggungan tersebut.
7) Bila dua pemain dari dua regu pada waktu yang
bersamaan atau hampir bersamaan bergerak dengan arah berlawanan, maka pemain
yang regunya menguasai bola bertanggung jawab akan persinggungan tersebut.
8) Seorang pemain berhak menempati tempat di mana
pun di dalam lapangan permainan, asalkan memberi kesempatan kepada pemain lawan
berhenti atau mengubah arah untuk menghindar.
E. Pedoman dalam Mewasiti
1) Setiap terjadi pelanggaran, tiup peluit sambil
mengangkat tangan dengan telapak tangan terbuka memberi tanda pelanggaran, dan
menunjuk ke arah mana bola harus dilempar.
2) Bila terjadi lemparan ke dalam setelah bola
dikuasai oleh pelempar, wasit yang terdekat harus mengacungkan tangan dengan
telapak tangan terbuka, dan baru diturunkan setelah bola disentuh oleh salah
seorang pemain yang ada di dalam lapangan permainan.
3) Bila terjadi kesalahan, wasit yang melihat
kejadian segera meniup peluit. Sambil mengangkat tangan dengan mengepal dan
menunjuk pemain yang melakukan kesalahan, kemudian menuju ke arah petugas meja,
hingga tidak tertutup oleh para pemain yang melakukan kesalahan, apa yang
dilakukan, lalu memberi tanda lemparan samping, tembakan satu kali (dua kali
atau tiga untuk dua)
4) Ingat selalu menempati kedudukan pemandu dan
penyerta, Tiap terjadi kesalahan dan bola loncat harus berpindah tempat.
Aturlah selalu agar perpindahan antara pemandu dan penyerta selalu berjalan
lancar dan ambillah jalan yang paling praktis dalam saling mengisi tempat
pemandu dan penyerta. Binalah kerjasama antara kedua wasit
5) Setelah kedudukan wasit pemandu dan penyerta
dipenuhi, usahakanlah selalu bergerak untuk memperoleh tempat pengamatan yang
tepat dan menjaga konsentrasi.
6) Wasit penyerta mempunyai kewajiban khusus
mengamati persinggungan pemain antara pinggang ke atas dan pengamatan terhadap
bola masuk. Bila bola masuk, harus memberi tanda kepada petugas meja dengan
mengacungkan dua jari dan digerakkan ke bawah, Wasit pemandu berkewajiban
khusus mengamati persinggungan pemain antara pinggang sampai kaki
F. Tanda-tanda saat Tembakan Hukuman
1) Bila dilaksanakan satu kali tembakan hukuman ,
maka tembakan itu segera akan dilanjutkan permainan lagi. Setelah pemain
menempati posisinya, segera wasit penyerta memberitahukan bahwa tembakan hanya
satu kali dengan mengacungkan jari telunjuk hingga semua pemain mengerti akan
maksudnya, kemudian menyerahkan bola kepada penembak. Setelah itu, menjatuhkan
diri dari daerah tembakan hukuman sambil mengankat satu tangan dengan telapak
tangan terbuka.
2) Bila dilangsungkan dua kali tembakan hukuman,
setelah parapemain menempati posisinyakemudian wasit memberi tanda dengan dua
jari. Wasit menyerahkan bola kepada penembak, mundur beberapa langkah sambil
mengangkat kedua belah tangannya. Bila tembakan kedua akan dilaksanakan,
lakukan no. 1).
3) Bila dilangsungkan tembakan hukuman 3 untuk 2,
maka setelah pemain menempati posisinya wasit penyerta memberi tanda 3 jari
kemudian lakukan seperti no. 2).
4) Bila tembakan hukuman masuk, maka wasit penyerta
harus memberi tanda kepada petugas, meja dengan mengacungkan jari telunjuk dan
digerakkan ke bawah.
1. Cara Memegang Bola
Cara memegang bola basket adalah sikap tangan
membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak
tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari - jari terentang melekat
pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang
menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda - kuda dengan salah
satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.
2. Passing dan Catching (Mengoper dan Menangkap)
Passing berarti mengoper,
sedangkan catching berarti menangkap. Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar
bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari
tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak
tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau
mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap
bola di atas kepala dan menangkap bola di depan dada. Karena ini merupakan dasar untuk bisa bermain secara maksimal dan baik.
Passing sendiri terbagi ke dalam beberapa bentuk berikut diantaranya.
1) Chest Pass (operan setinggi dada)
Operan ini dimulai dari memegang bola di depan dada, kemudian bola
dilempar lurus dengan telapak tangan ke arah luar.
2) Bounce Pass (operan pantul)
Sama dengan chest pass, bedanya hanya lemparan diarahkan ke
lantai, usahakan titik pantulnya berada di 3/4 jarak dari pengoper bola.
3) Overhead Pass (operan di atas
kepala)
Operan dilakukan dengan kedua tangan berada di atas. Penerima bola juga
menangkap dengan posisi tangan di atas.
4) Baseball Pass
Operan ini dilakukan di atas/belakang kepala, bertujuan agar passing
melambung dan melewati lawan. Operan jarak jauh yang dilakukan biasanya lebih
dari setengah panjang lapangan. Operan ini tidak terlalu akurat namun berguna
pada fast break.
5) Behind the Back Pass
Teknik gerakan behind the back pass merupakan gerakan
yang rumit untuk para pemula. Untuk tenikn ini utuh latihan tekun dan
berulang-ulang untuk bisa melakukan gerakan ini dengan baik dan benar. Operan
ini sekarang sudah menjadi senjata menyerang yang umum. Keunggulan umpan ini
yaitu lawan tidak mengetahui sasaran yang ingin dituju.
6) Jump Pass
Maksudnya
adalah gini, mungkin pernah lihat pemain yang seperti akan melakukan shooting
jump shoot, namun tiba tiba dia memberikan passing ke kawan. teknik ini sangat
tidak dianjurkan, karena biasanya akan terkena blok, tercuri, maupun salah
passing yang mengakibatkan turnover.
7) Blind Pass
Blind alias buta, so blind pass bisa disebut juga sebagai no look pass.
8) Elbow Pass
Passing tingkat sulit, memberikan passing menggunakan sikut. Biasa
diperagakan dalam freestyle basketball. Namun dalam basket resmi, passing model
ini sangat riskan.
3. Dribbling (menggiring bola)
Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan.
Caranya yaitu dengan memantul - mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan.
Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah
bola. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit
meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring
bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu
menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah
bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan. Menggiring bola tinggi
dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan. Prinsip dalam teknik
dribble antara lain:
·
Kontrol pada jari-jari
tangan
·
Mempertahankan tubuh tetap
rendah
·
Kepala tegak
·
Melatih kedua tangan agar
sama-sama memiliki dribble yang bagus
·
Lindungi bola (protect
the ball)
Macam-macam dribble :
·
Change of pace dribble
Dribble
ini adalah yang paling umum dalam bola basket dan digunakan untuk membuat
pemain bertahan berfikir bahwa pelaku dribble akan memperlambat atau
mempercepat tempo dribble.
·
Low or control dribble
Dribble ini
dilakukan setiap kali pemain dijaga dengan ketat. Tipe dribble ini
hanyalah menjaga bola agar tetap rendah dan terkontrol. Bola di- dribble di
sisi tubuh, jauh dari pemain bertahan. Telapak tangan yang mendribble bola
diusahakan agar tetap berada di atas bola.
·
High or speed dribble
Ketika
pemain berada di lapangan terbuka dan harus bergerak secepatnya dengan bola,
maka ia akan menggunakan dribble ini. Ketika berlari dengan
cepat, pemain akan mendorong bola di depannya dan membiarkannya melambung ke
atas setinggi pinggulnya. Tangan yang mendribble tidak berada di atas bola
melainkan di belakang bola.
·
Crossover dribble
Yaitu
mendribble bola dengan memindahkan bola dari tangan yang satu kearah tangannya
yang lain. Gerakan ini sangat bagus untuk memperdaya pemain bertahan. Namun
bola bisa dicuri bila tidak dilakukan dengan baik, karena bola tidak terjaga.
·
Behind the back dribble
Jenis
dribble ini digunakan ketika pemain mengganti arah supaya terbebas dari pemain
bertahan. Bola digerakkan dari satu sisi tubuh ke sisi tubuh yang lain dengan
mengayunkannya di belakang tubuh.
·
Between the legs dribble
Dribble
ini adalah cara yang cepat untuk memindahkan bola dari satu tangan ke tangan
yang lain melewati sela kaki. Digunakan ketika pen-dribble dijaga dengan ketat
atau ingin mengganti arah.
·
Spin dribble
Dribble
ini dikenal juga dengan nama spin dribble atau rol dribble. Dribble ini
dilakukan untuk mengganti arah dan memantulkan bola dari satu tangan ke tangan
yang lain ketika dijaga dengan ketat. Dribble ini harus dilakukan dengan cepat
saat pen-dribble mendorong bola ke lantai dan berputar mengelilingi pemain
bertahan.
4. Shooting (menembakkan bola ke arah keranjang)
1) Set shoot
Tembakan ini jarang
dilakukan pada permainan biasa. Karena jika penembak tidak melompat, maka
tembakannya akan mudah dihalangi. Umumnya tembakan ini dilakukan saat lemparan
bebas atau bila memungkinkan untuk menembak tanpa rintangan (free throw).
2) Lay-up shoot
Lay-up dilakukan di akhir
dribble. Pada jarak beberapa langkah dari ring, penggiring bola secara serentak
mengangkat tangan dan lutut ke atas ketika melompat ke arah keranjang.
3) Jump shoot
Tembakan ini sering
dilakukan saat pemain menyerang tidak bisa mendekati keranjang. Tembakan ini
sangat sulit dihalangi karena dilakukan pada titik tertinggi lompatan vertical
penembak.
4) Underhand shoot
Tembakan ini adalah jenis
tembakan lay-up ketika penembak melompat kea rah keranjang, mengangkat tangan
ke atas untuk menjauhkan bola dari jangkauan pemain bertahan.
5) Hook shoot
Yaitu tembakan lemah dan
akurat serta merupakan gerakan low-post yang baik. Bila dilakukan dengan tepat
maka tembakan ini sangat sulit untuk dihalangi, karena tangan penembak berada
jauh dari jangkauan pemain bertahan. Tembakan ini selalu diawali dengan pemain
memunggungi keranjang.
6) Dunking
Tembakan dunk dulunya
dianggap suatu atraksi istimewa yang dilakukan oleh pemain-pemain dengan postur
tubuh yang tinggi. Tembakan dunk adalah tembakan yang mengagumkan dan dapat
mengobarkan semangat tim serta menjatuhkan mental lawan dengan cepat. Dunking dapat
dilakukan dengan dua atau satu tangan dari depan atau belakang. Tembakan ini
hanya dapat dilakukan oleh pemain yang memiliki postur atau lompatan tinggi.
5. Pivot (Berputar)
Pivot adalah gerakan memutar badan dengan menggunakan salah satu kaki
sebagai poros putaran (setelah kita menerima bola). Ada tiga alternatif gerakan
yang bisa dilakukan:
·
Pivot kemudian dribble
(membawa bola)
·
Pivot kemudian passing
(melempar bola)
·
Pivot kemudian shooting
(menembakan bola)
6. Jump Stop
Jump stop merupakan sebuah gerak
berhenti terkendali dan dengan menggunakan dua kaki. Jump stop bisa digunakan
pemain penyerang untuk memantapkan kaki yang akan dipakai untuk pivot (poros),
menghindari traveling, dan mempertahankan keseimbangan tubuh dengan baik.
7. Rebound
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat rebound yaitu make
contact, box out, dan jump to the ball. Dalam era basket
modern sekarang ini diperlukan gerakan rebound dalam suatu pertandingan.
Apabila sebuah tim tidak mempunyai keinginan untuk melakukan defensive rebound
maupun offensive rebound, dapat dipastikan tim itu akan kehilangan banyak
kesempatan kedua untuk melakukan score pada saat pertandingan.
NAMA-NAMA POSISI PEMAIN BOLA BASKET
·
Guard: pemain yang berada
di depan yang bertugas untuk mencetak angka dan menerobos pertahanan lawan.
biasanya dalam starter terdapat 2 buah guard.Guard memiliki banyak jenis
seperti:
§
Point Guard: jenis guard
ini memegang kendali penuh atas penyerangan ke daerah lawan. biasanya tubuh
pemain point guard kecil
§
Shooting Guard: jenis guard
ini bisa bergerak cepat & lincah. dia juga memiliki keahlian shooting yang
tinggi karena memang tugasnya untuk mencetak angka
·
Center: pemain ini termasuk
pemain yang paling penting dalam sebuah tim basket. center memiliki tubuh &
loncatan yang tinggi karna dia yang mengambil bagian jumpball. center juga
diwajibkan memiliki keseimbangan tubuh yang tinggi agar tidak mudah terjatuh
saat ditabrak oleh lawan. center dibutuhkan untuk menyerang & memasukkan
bola.tapi center juga diperlukan untuk menjaga ring agar tidak kemasukan bola.
·
Forward: pemain yang berada
di belakang yang bertugas untuk menjaga pertahanan agar tidak kemasukan angka.
sama seperti guard,forward juga memiliki berbagai jenis diantaranya:
§
Small Forward:small forward
biasanya memiliki kecepatan lebih dari center & forward lainnya. small
forward biasanya membantu forward lainnya untuk merebut bola dari lawan.
§
Power Forward: power
forward biasanya tidak hanya handal dalam mempertahankan ring tapi juga ahli
bekerja sama melakukan rebound bersama center.
PERATURAN PERMAINAN BOLA BASKET
A. Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah
sebagai berikut:
1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan
menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan
menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul
menggunakan kepalan tangan (meninju).
3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil
memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat
menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada
kecepatan biasa.
4. Bola harus dipegang di dalam atau di antara
telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan,
mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun.
Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan,
pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar
hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk
mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut
bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak
diperbolehkan.
6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul
bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3
dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga
kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk
lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau
dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang
menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola
terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka
hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola
akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang
menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka
wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu
5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih
lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah
satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat
memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10. Wasit berhak
untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan
memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit
memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan
pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil
keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan
bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya
suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter (babak)
masing-masing 10 menit
13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak
akan dinyatakan sebagai pemenang.
Peraturan Pertandingan
Dalam suatu kompetisi tentunya harus ada
peraturan yang jelas, walaupun mungkin hanya kompetisi kecil. Jelas dalam
artian sesuai dengan peraturan dasar dan Technical Meeting.
1. Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah
kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua)
group, masing-masih group terdiri dari 4 (empat) tim.
2. Setiap tim terdiri dari 5 pemain inti yang
bermain di lapangan dan max 7 pemain cadangan.
3. Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat
pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
4. Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah
satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang
lain.
5. Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di
lapangan adalah 5 orang.
6. Apabila di lapangan terdapat kurang dari 5
orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
7. Setiap peserta hanya diperbolehkan membuat
maksimal 4 (empat) personal fouls (pada personal foul ke 5 (lima), fouled
out).
8. Team foul maksimum adalah 5 (lima). Setiap foul
setelah foul ke 5 (lima), maka tim lawan berhak mendapatkan 2 (dua) buah free
throw.
9. Team foul akan di-reset pada perpindahan babak.
Namun, pada saat overtime, team foul tidak akan di-reset.
10. Waktu pertandingan untuk penyisihan group adalah
2 X 20 menit kotor, dimana waktu tidak akan dimatikan pada saat time out dan
free throw.
11. Waktu pertandingan untuk babak semi final adalah
2 x 20 menit semi kotor, dimana waktu akan dimatikan pada saat time out dan
free throw.
12. Waktu pertandingan untuk babak final adalah 2 x
20 menit bersih, dimana waktu akan dimatikan pada saat bola mati, time out dan
free throw.
13. Waktu istirahat pergantian babak ditetapkan
selama 5 menit.
14. Waktu time out ditetapkan selama 1 (satu) menit
dengan masing-masing tim memperoleh 1 (satu) kali time out pada setiap
babak.
15. Apabila pada akhir game, kedua tim memperoleh
angka yang sama, overtime akan diadakan.
16. Masa overtime berlangsung selama 1 x 5 menit
(bersih).
17. Apabila sampai dengan akhir waktu dari babak
overtime, masih terdapat perolehan angka yang sama, maka akan dilakukan adu
free-throw. Setiap tim diwakili oleh 2 orang dengan masing-masing orang
memiliki 5 kali kesempatan.
18. Kemenangan dalam pertandingan penyisihan
mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka
penentuan juara group dan runner up akan dilihat dari kualitas angka memasukan
pada tiap-tiap pertandingan yang dimainkan.
19. Diluar dari aturan yang tertera disini,
peraturan permainan mengikuti peraturan international.
20. Peraturan permainan yang dipergunakan juga
sangat tergantung dari pada peraturan PERBASI/FIBA mana yang berlaku. Misalnya
pada tahun 1984, peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan Permainan
PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984.
B. Wasit
Dalam permainan bola basket dipimpin oleh 2
orang wasit, yaitu satu orang wasit utama (refree), dan satu orang wasit kedua
(umpire) serta dibantu satu orang pencatat score.
C. Bola Dalam Pertandingan
Bila wasit menempatkan dirinya dalam posisi bola
lompat (Jump ball), wasit menempatkan posisinya dalam pelaksanaan tembakan
hukuman, dan bila bola dikuasai pemain dalam posisi melempar kedalam.
D. Bola Mati
1. Apabila terjadi kesalahan
2. Apabila terjadi pelanggaran
3. Apabila terjadi gol
4. Terjadi bola pegang atau tersangkut di atas ring
5. Pluit bunyi permainan terjadi pelanggaran 30
detik
6. Berakhir babak permainan
E. Time – out
Selama dalam pertandingan, time out diberikan 4
kali, setiap satu babak kesempatan time out 2 kali.
F. Lapangan
Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang
26 m dan lebar 15 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran
diperolehkan dengan menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah
atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran
seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan
terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.
G. Keranjang
Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring
tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna. Tinggi ring
305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan
jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring.
Panjang jala 40 cm.
H. Papan Pantul
Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm
atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm
dan lebar 120 cm. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian
bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis
akhir lapangan. (Perincian selengkapnya, lihat gambar).
I. Bola
Terbuat dari karet yang menggelembung dan
dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75
cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan
tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikian rupa sehingga jika
dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari
120 cm tidak lebih dari 140 cm.
Pelanggaran dalam bermain basket :
1. Foul --> melanggar pemain lawan dgn reaching
atau posisi defence yg salah.
2. Travelling --> tidak mendribble bola dlm 3
langkah saat lari maupun berjalan
3. Offensive Foul --> saat kita menabrak lawan
yg dalam posisi hands up / charge yg benar, saat kita melakukan ilegal pick
4. Foul out --> keadaan dimana seorang pemain
telah melakukan 5 kali foul biasa (FIBA), 6 kali foul (NBA).atau telah
melakukan technical foul 2 kali dalam 1 kali pertandingan.maka pemain yang
terkena foul out harus keluar dari lap pertandingan.
5. Double Dribble --> dimana saat bola dalam
keadaan mati kamu kembali mendrible bola
6. Technical Foul --> pelanggaran yang
berhubungan dengan peraturan pertandingan secara teknis seperti seseorang
memprotes wasit terus-menerus dgn kasar,tidak menghargai wasit, mengeluarkan
kata" kotor, melakukan kekerasan pada lawan, bench melakukan hal" yg
tidak seharusnya, memaki , dll
7. Three Seconds Violation --> pelanggaran yang
diberikan apabila seorang pemain berada di area tembakan bebas ( key area )
selama 3 detik
8. Offensive 3 second --> pelanggaran karena
diam di post/area tim lawan selama 3 detik pada saat lawan defense. Bola
berpindah ke pihak lawan
9. Deffensive 3 second --> pelanggaran karena
diam di area tim sendiri selama 3 detik pada saat lawan melakukan offense.
Lawan diijinkan melakukan 1 throw-in.
10. 30-second violation <sekarang 24-second
violation> --> pelanggaran pemain tim A tidak melakukan shoot/lay-up/dunk
ke ring lawan melewati batas waktu 30 detik sekarang jadi 24 detik>. Bola
berpindah ke pihak Tim B
11. Peraturan 10-second violation <sekarang jadi
8-second violation> --> Pemain Tim A tidak keluar dari posisi
defense<setengah lapangan tim A> selama 10 detik<sekarang jadi 8
detik> setelah bola dipegang oleh pemain tim A yang lain yang melakukan
offense dan sedang berada di area tim B <setengah lapangan tim B>. Bola
kemudian beralih ke tim B
12. Back Ball / Back Court --> pelanggaran karena
pemain yang membawa bola kembali ke daerah pertahanan setelah melewati garis
tengah.
13. Blocking Foul --> pelanggaran karena melakukan
pelanggaran keras ketika menghalangi pemain lawan
14. Team Foul --> pelanggaran dalam satu tim per
babaknya. Apabila sudah mencapai 5 point maka akan diberikan free throw pada
lawan..
15. Personal Foul --> pelanggaran perorangan max
4 x foul kalau sudah 5x maka akan dikenai foul out
16. Pushing --> pelanggaran karena mendorong
lawan main
Violation (Pelanggaran)
1. Travelling adalah pelanggaran karena
membawa bola tidak di dribble, lebih dari 2 langkah.
2. Illegal dribble adalah pelanggaran yang
dilakukan karena menghentikan bola sesaat disalah satu tangan atau kedua tangan
kemudian mendribbelnya kembali.
3. Crraying the ball adalah kesalahan yang
dilakukan karena mendribble dengan memutar bola.
4. Second adalah pelanggaran yang diberikan apabila
seorang pemain berada di area tembakan bebas (key area) selama 3 detik.
5. Second adalah pelanggaran yang diberikan kepada
seorang pemain karena menahan bola selama 5 detik tanpa ada usaha untuk passing
ataupun dribble.
6. 8 second adalah pelanggaran yang diberikan
kepada team karena selama 8 detik bola tidak melewati garis tengah (tidak
berpindah dari wilayah sendiri).
7. 24 second adalah pelanggaran yang dilakukan
sebuah team yang menguasai bola selama 24 detik tidak ada usaha memasukkan bola
ke ring lawan.
8. Back court adalah pelanggaran karena pemain yang
membawa bola kembali kedaerah pertahanan setelah melewati garis tengah.
9. Deliberat foot ball
10. Out of ball
Foult (Kesalahan)
1. Illegal use hand adalah kesalahan yang di
lakukan pemain karena memukul salah satu anggota tubuh lawan.
2. Blocking adalah menghadang lawan dengan
menghalangi pergerakan lawan.
3. Elbow adalah pelanggaran yang dilakukan karena
menyikut lawan.
4. Holding adalah menarik lawan dengan maksud
menguasai bola dari lawan.
5. Pushing adalah mendorong lawan dengan maksud
merebut bola atau mencederai dari lawan.
6. Charging adalah kesalahan yang dilakukan karena
menabrak lawan yang sudah menepati posisinya.
7. Double foult adalah situasi dimana dua pemain
yang berlawanan saling melakukan kesalahan perorangan satu sama lainnya pada
waktu bersamaan.
8. Technical foul adalah kesalahan yang dilakukan
tanpa persinggungan seorang pemain atas suatu prilaku yang dalam batas
kewajaran,tetapi tidak dibatasi untuk:
§ Mengabaikan perintah wasit
§ Menyentuh wasit
§ Berkomunikasi dengan wasit
§ Menggunakan bahasa atau isyarat menantang atau
menghasud penonton
§ Pura-pura menjatuhkan diri untuk mendapatkan
kesalahan
9. Unspertman like foul adalah kesalahan perorangan
seorang pemain dimana dalam penilaian wasit bukan merupakan suatu usaha yang
dibenarkan untuk memainkan bola secara langsung di dalam semangat dan maksud
dari peraturan.
10. Disqualifying foul adalah tindakan unsperman
like yang menyolok dari seorang pemain, pemain pengganti, pemain yang sudah
dilarang masuk, pelatih, asisten pelatih atau pengikut regu
ISTILAH DALAM BOLA BASKET
1. Fundamentals: Dasar-dasar
2. Drills: Latihan yang dilakukan berulang-ulang
3. Passing: Lemparan bola (operan)
4. Passing: drills Latihan lemparan bola
berulang-ulang
5. Passing: games Latihan lempar tangkap
6. Shooting: Lemparan kekeranjang
7. Long shoot: Tembakan dari jarak jauh
8. Medium shoot: Tembakan dari jarak sedang
9. Total shoot: Hasil dari seluruh tembakan
10. Free throw: Lemparan bebas
11. Short shoot: Tembakan dari jarak dekat
12. Jump shoot: Lemparan / tembakan sambil melompat
13. Jump ball : Bola lompat
14. Jump pass: Lemparan sambil melompat
15. Jumping jack: Berlompat bertumpu pada dua kaki,
kedua tangan dibelakang kepala
16. Field goal attemted: Berlompat bertumpu pada dua
kaki, kedua tangan dibelakang kepala
17. Field goals made: Tembakan berhasil
18. Field goals percentage: Persentase tembakan
lapangan
19. Warm up: Pemanasan
20. Foot work: Gerakan olah kaki
21. Streeching: Perenggangan / penguluran otot
22. Change of pace: Perubahan langkah
23. Change of direction: Perubahan arah lari
24. Half court: Setengah lapangan
25. Full court: Lapangan penuh
26. Turn over: Bola berpindah lawan bukan karena
tembakan
27. Transition: Perubahan dari menyerang ke bertahan
28. Trap: Jebakan
29. Help: Pertolongan
30. Wing: Sayap
31. Forward: Pemain penyerang
32. Guard: Pemain bertahan
33. Poin guard: Pemain pengatur serangan
34. Playmeker: Pemain pengatur serangan
35. Post: Pemain poros
36. Law post: Posisi pemain poros disamping bawah
basket
37. High post: Posisi pemain poros digaris tembakan
38. Side post: Posisi pemain poros disamping garis
tembakan hukuman
39. Side line: Posisi pemain poros disamping garis
tembakan hukuman
40. Base line: Garis belakang
41. Mide line: Garis tengah lapangan
42. Back court: Daerah belakang lapangan
43. Front coart: Daerah depan lapangan
44. Strong side: Daerah sering dimana bola berada
45. Wead side: Daerah serang tanpa bola
46. Pivot man: Melangkah kesegala arah dengan
bertumpu pada satu kaki sebagai Poros atau as
47. Post man: Pemain yang berfungsi sebagai poros
48. Block out: Bendungan bola yang keluar
49. Screen: Menutupi jalan lawan sehingga temannya
bebas bergerak
50. Intercept: Memotong jalan bola
51. Stealing the ball: Mentip bola untuk dikuasai
52. Assist: Umpan kepada temannya untuk membuat poin
53. Rebound: Memantulkan bola kepapan pantul
54. Dribling: Menggiring bola
55. Double dribble: Menggiring bola dengan dua
tangan
56. Lost ball: Bola lepas kendali
57. Personal foul: Kesalahan perorangan
58. Walking: Kesalahan melangkah
59. Zone defense: Pertahanan daerah
60. Man to man defense: Pertahanan 1 lawan 1 dengan
tugas khusus setiap pemain menjaga
61. Small forward: Pemain yang memiliki kemampuan
menembak dari
lapangan bagian
Samping
62. Outlet pass: Pemain yang berfungsi sebagai
penerima operan awal pada
waktu melakukan
serangan kilat
63. The trailer: Pemain yang mengikuti jejak pada
waktu serangan kilat
64. Back door : Pintu belakang
65. Ball handler: Pemain yang bisa mendribel bola
dari daerah pertahananana kedaerah penyerangan dan memprakarsai penyerangan
66. Blocking: Bendungan
67. Full court press: Tekana keseluruh lapangan
68. Give and go: Beri dan pergi
69. Key hole: Garis tembakan hukuman dan lingkaran
70. Disqualified player: Pemain yang tereleminasi
71. Trow in: Lemparan kedalam
72. Approach stop: Langkah pendekatan
73. Lateral glide step: Langkah melengser pada
sisinya
74. Retreat step: Langkah mundur
75. Stutter step: Langkah tipu
76. Triple treath position: Adegan pemain yang
menguasai bola dengan cara salah satu kakinya berada didepan kaki lainnya,
sehingga mempunyai tiga kemungkinan menemba, menerobos kearah basket atau
mengoper bola kepada temannya. Adegan ini bisa disebut triguna/trifungsi.
NATIONAL BASKETBALL ASSOCIATION
National
Basketball Association atau
dikenal dengan singkatan NBAadalah
liga bola
basket pria di Amerika
Serikat dan merupakan liga basket paling bergengsi di
dunia.
NBA didirikan di New York
City pada 6 Juni 1946 dengan nama Basketball
Association of America (BAA).Pada
saat ini, di kompetisi NBA terdapat 30 klub yang masing-masing berpusat di satu
kota, kecuali Los
Angeles yang mempunyai dua tim, yaitu Los Angeles Lakers dan Los Angeles Clippers.
Sistem Aturan NBA
NBA mengadakan kompetisi setiap tahunnya dengan
sistem Season dan Playoffs, pada sistem Season setiap klub bertanding 82 kali
melawan klub-klub lain dan 16 klub (8 dari wilayah timur dan 8 dari wilayah
barat) yang mempunyai rekor terbaik berhak untuk lanjut ke babak Playoffs.
Dalam babak Playoffs, 8 tim dari setiap wilayah akan diadu dengan format, tim
ke-1 (yang terbaik di wilayah) melawan tim ke-8 (urutan 8 di wilayah, tim ke-2
melawan tim ke-7, tim ke-3 melawan tim ke-6 dan tim ke-5 melawan tim ke-4). Tim
dengan rekor menang-kalah lebih baik di Season akan diberikan keuntungan
bermain menjadi tuan rumah lebih banyak di babak Playoffs.
Pada Playoffs sistem yang digunakan pada babak
pertama adalah “best-of-five”(siapa yang menang 3x duluan dari total 5 pertandingan),
dan babak selanjutnya sampai Final adalah “best-of-seven” (siapa yang menang 4x
duluan dari total 7 pertandingan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar