Minggu, 07 Juni 2015

BASKET

BASKET

SEJARAH BASKET
Pada tahun 1891, Dr. James Naismith., seorang guru Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr. James Naismith. Basket ball(sebutan bagi olahraga ini dalam bahasa Inggris), adalah sebutan yang digagas oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatiknya ditempatkan di seluruh cabang YMCA di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui pass (lemparan). Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut adalah sebagai berikut.
1.      Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2.      Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3.      Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4.      Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5.      Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa pendiskualifikasian pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
6.      Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
7.      Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
8.      Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
9.      Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10.  Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
11.  Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12.  Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit.
13.  Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.
Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, ia menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.
Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah untuk kedua 
kalinya.

Sejarah Masuknya Permainan Bola Basket Di Indonesia
Pada tahun 1920-an, gelombang perantau-perantau dari Cina masuk ke Indonesia. Mereka pun membawa permainan basket yang sudah dua dasawarsa dikembangkan di sana. Para perantau itu membentuk komunitas sendiri termasuk mendirikan sekolah Tionghoa. Akibatnya, basket cepat berkembang di sekolah-sekolah Tionghoa. Di sekolah-sekolah Tionghoa itu, bola basket menjadi salah satu olahraga wajib yang harus dimainkan oleh setiap siswa. Tidak heran jika di setiap sekolah selalu ada lapangan basket. Tidak heran juga jika pebasket-pebasket yang menonjol penampilannya berasal dari kalangan ini. Pada era 1930-an perkumpulan-perkumpulan basket mulai terbentuk. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Medan; menjadi sentral berdirinya perkumpulan basket ini.
Usai Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota yang menjadi basis perjuangan seperti Yogyakarta dan Solo. Pada PON (Pekan Olahraga Nasional) I (1948) di Solo, bola basket dimainkan untuk pertama kali di level nasional.
Usai Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, olahraga basket mulai dikenal luas di kota-kota yang menjadi basis perjuangan seperti Yogyakarta dan Solo. Pada PON (Pekan Olahraga Nasional) I (1948) di Solo, bola basket dimainkan untuk pertama kali di level nasional.
Pada tahun 1951, Maladi – salah satu tokoh olahraga nasional, meminta Tonny Wend an  Wim latumenten untuk membentuk organisasi basket di Idonesia. Jabatan Maladi waktu itu adalah sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Atas prakarsa kedua tokoh itu maka pada 23 Oktober 1995 dibentuklah organisasi dengan nama “persatuan Basket seluruh indonesia”. Pada tahun 1955, diadakan penyempurnaan nama sesuai kaidah Bahasa Indonesia.

LAPANGAN BASKET
1)      Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang. Ukuran lapangan:
·         Panjang = 26 meter.
·         Lebar = 14 meter. 
·         Diameter lingkaran tengah = 3,60 meter. 
·         Panjang garis daerah hukuman = 1,20 meter.
2)      Ukuran ring dan papan pantul:
·         Ukuran papan = 1,05 × 1,8m dengan kotak kecil di tengah 45 × 59 cm. 
·         Jarak papan paling bawah ke lantai = 2,9 m. 
·         Tinggi ring dari lantai = 3,05 m. 
·         Diameter ring = 45 cm. 
·         Jarak tepi ring ke papan = 15 cm. 
·         Jarak baseline/endlineke papan = 1,2 m.
·         Panjang jaring terjuntai = 40-45 cm.

PEMAIN
Setiap regu dalam permainan bola basket terdiri atas 12 orang, namun hanya 5 orang yang menjadi pemain lapangan. Dalam sebuah pertandingan, satu regu memiliki satu orang pelatih dan asisten pelatih, serta memiliki satu orang kapten yang diambil dari salah
seorang pemain.

BOLA BASKET
Bola basket berbentuk bulat, ter-buat dari karet, kulit, atau bahan sintetis lainnya. Lingkaran bola 74,9-78 cm dan berat 567-650 gram.

WAKTU PERMAINAN
Waktu pertandingan dalam permainan bola basket adalah 2 × 20 menit atau 4 × 12 menit, dengan lamanya istirahat berkisar antara 10-15 menit.

POLA PENYERANGAN
Pola Penyerangan dalam permainan bola basket adalah suatu usaha yang dijalankan oleh suatu tim untuk menerobos  aerah pertahanan lawan, sehingga dapat  membuahkan hasil atau angka. Berikut ini pola-pola penyerangan pada permainan bola basket.

1.      Penyerangan Bebas
            Penyerangan bebas adalah penyerangan tanpa bola yang sangat bergantung dari penguasaan teknik, taktik, dan kesempurnaan fisik setiap anggota tim yang sangat tinggi. Meskipun bebas, namun penyerangan itu tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus tetap kerja sama dengan teman lain dengan dasar mengoper dan berlari antara 2 atau 3 orang pemain, mereka betul-betul harus ada saling pengertian.

2.      Penyerangan Kilat
            Dasar penyerangan kilat adalah dengan 2 atau 3 operan harus sudah melakukan tembakan. Serangan kilat merupakan usaha untuk memperoleh posisi tembakan, pada saat lawan belum sempat menempati posisi jaganya. Serangan kilat itu merupakan senjata yang sangat baik untuk menghancurkan pertahanan lawan. Usaha ke arah ini ialah bahwa sedikitnya 3 orang pemain harus segera mengisi 3 lorong serangan ( samping kiri, tengah, dan kanan). Semua pemain harus dilatih agar mempunyai pengertian dengan cepat pada setiap situasi untuk menempati ketiga lorong.

3.      Penyerangan Kilat Berpola
            Serangan kilat berpola dimulai dengan adanya situasi tertentu misalnya dari situasi bola lancar, situasi lemparan ke dalam, atau situasi sesudah menutupi daerah pada waktu bertahan.

4.      Penyerangan Berpola
            Penyerangan bepola adalah penyerangan dengan mengatur setiap pemain yang mempunyai tugas-tugas tertentu dan menguasai jalur gerakan. Pergerakan pemain dan bola ditentukan dengan pasti, sehingga tim itu memperoleh serangan yang diatur dan sanagt menghemat tenaga. Penyerangan berpola ini sangat baik dilakukan bila setiap pemain sukar menembus penjagaan lawan, serta usaha untuk memperlambat permainan. Dapat pula digunakan bila terjadi situasi penyerangan kilat lawan yang sangat kuat atau pada detik-detik terakhir tim itu memperoleh kemenangan tipis.
Dasar-Dasar membuat pola
Dalam membuat pola dasar pokok pola penyerangan harus ada:
1.      Seorang mengatur serangan
2.      Seorang pengaman
3.      Seorang atau beberapa orang penembak, baik yang bersamaan ataupun bergelombang
4.      Seorang menutupi daerah bila tembakan gagal
Pedoman membuat pola
Pedoman untuk membuat pola penyerangan dalam menghadapi pertahanan daerah lawan dilakukan dengan memerhatikan hal berikut ini:
·         Dasar umum membuat pola
·         Dapat memecahkan perhatian pemain bertahan ke arah 2 atau 3 pemain penyerang
·         Ada pengatur yang hilir mudik di bawah basket lawan
·         Ada penekan pada daerah tertentu kemudian penekanan itu berpindah ke bagian lain
·         Memilih pemain yang mampu untuk melakukan tembakan jarak sedang atau jarak jauh
·         Memilih pemain yang mahir oper – mengoper bola dengan cepat

Adegan-adegan Pola Penyerangan
Berikut ini beberapa adegan pola penyerangan.
1.      Adegan 1-3-1 (Pola diamond)
Adegan diamond sangat baik untuk penyerangan terhadap pertahanan daerah maupun pertahanan satu lawan satu. Unsur utama bila dua orang pemain jangkung.
Berikut ini pedoman membuat pola penyerangan bila menghadapi pertahanan satu lawan satu:
·         Mengetahui dasar umum membuat pola
·         Pemain yang mahir mengadakan pembayangan
2.      Adegan 1-2-1 (Pola ault mann)
Adegan ault mann dapat diterapkan apabila suatu regu tidak mempunyai pemain jangkung.
3.      Adegan 2-3 (Pola reverse)
Pola reverse diperlukan untuk penyerangan terhadap pertahanan satu lawan satu. Kemahiran memotong, membayang, dan kelincahan sangat dibutuhkan dalam melakukan pola peyerangan ini.

POLA PERTAHANAN
Pola pertahanan adalah   suatu usaha yang dijalankan oleh tim bertahan dalam rangka menghalau serangan lawan. Berikut ini unsur pelaksanaan pola pertahanan.
1)      Sikap Jaga
Berikut ini cara melakukannya.
·         Tekukkan kedua lutut, badan sedikit condong ke depan dengan punggung hampir lurus. Awasi selalu gerak lawan dan bola.
·         Berdirilah sedikit pada ujung kaki selalu menjaga keseimbangan.
·         Rentangkan dan angkat tangan untuk menghalangi operan dan pandangan tembakan lawan.
2)      Olah kaki untuk memenangkan langkah ketika melakukan pertahanan
Berikut ini cara melakukan olah kaki.
·         Bergeraklah dengan cara pendekatan, menggeser, dan langkah mundur tanpa   melakukan langkah silang.
·         Jaga jarak sebaik-baiknya dengan posisi jaga mengingat syarat jaga umun maupun khusus.
·         Jangan sekali-kali mengadakan langkah silang.
·         Ambilah jarak lebih cepat selangkah dalam mengikuti penggiring
·         Rapatkan dan cegahlah lawan yang jelas-jelasakan menembak bola atau baru saja selesai menggiring bola.
·         Jangan meloncat sebelum jelas pemain meloncat lebih dahulu.
·         Untuk menghindari tipuan pandanglah pinggang lawan.
·         Hadang dan tutuplah jalan pemotong yang menuju ke daerah basket.
3)      Dasar-dasar umum dalam penjagaan
Penjaga harus berdiri diantara lawan dan ring basket. Bila lawan itu jauh dari bola, kita boleh meninggalkan garis khayal antara lawan dan ring basket untuk sedikit mengikuti mengawasi jalannya bola.
4)      Posisi jaga dan pembagian daerah
Posisi jaga dengan mempertimbangkan daerah, kemampuan, dan penguasaan penyerang. Daerah posisi A posisi jaga di antara lawan dan bola. Daerah posisi B jaga di samping lawan, sesuai dengan posisi bola. Daerah C posisi jaga sesuai dengan dasar umum jaga.

5)      Pertahanan bersama

a)      Pertahanan daerah
            Pada pertahanan daerah, setiap pemain diberi tugasmenjaga daerah tertetu. Mengigat susunannya, maka pertahanan daerah disebut pertahanan daerah 2-1-2, 2-3, 3-2, 1-2-2, dan 2-2-1. Setiap susunan pertahan ini mempunyai kelemahan dan kekuatannya masing-masing. Bila tim mempunyai pemain yang tinggi besar tetapi lamban gerakannya maka pertahanan daerah sangat menguntungkan bagi pemain tersebut.
            Keuntungannya antara lain:
·         Sangat baik untuk melawan tim yang lemah dalam mengolah bola
·         Sangat baik untuk melawan tim yang menggunakan penyerangan berpola
·         Mematikan penyerangan penembak dengan memoros
·         Menghindari kesalahan perorangan
·         Sangat baik untuk melawan penyerangan dengan menggunakan pemain penggiring yang terampil
·         Sangat baik untuk melawan pemotong-pemotong yang terampil
            Adapun kelemahannya antara lain :
·         Bila lawan menggunakan serangan kilat
·         Bila lawan terampil oper-mengoper dengan cepat
·         Bila lawan menembak dari jarak jauh dengan terampil
·         Perhatian setiap pemain terpecah terhadap dua pemain lawan atau lebih
·         Ada daerah-daerah lemah (tidak terjaga)

b)      Pertahanan satu lawan satu
            Pertahanan satu lawan satu adalah pertahanan dengan menugaskan setiap orang untuk menjaga seorang lawan.
a.       Pertahanan satu lawan satu dengan tetap, artinya penjaga harus tetap menjaga seorang pemain lawan. Untuk memelihara ketetapan jaga pemain pembayang, berikan jalan kepada penjagaanya dengan mundur satu setengah langkah.
b.      Pertahanan satu lawan satu dengan ganti jaga, artinya apabilaterjadi pembayangan segera penjaga mengadakan pergantian jaga. Ada baiknya bila menghendaki pergantian jaga, salah satu penjaga yang terkena pembayangan menyentuh kawannya atau bertindak untuk segera mengadakan langkah pergantian.
c.       Pertahanan satu lawan satu dengan penolong, apabila dalam penjagaan satu lawan satu terjadi kebobolan dari salah seorang penjaga, maka salah seorang penjaga yang terdekat menolong untuk menutup pemain yang menerobos sampai penjaga yang kebobolan tadi siap untuk menjaganya kembali. Setelah itu penjaga penolong cepat kembali menjaga penyerang yang di jaganya.

MEMECAHKAN (ZONE OFFENSE)
Zone defense memberikan permasalahan tersendiri untuk offense. Strategy yang berhasil diterapkan untuk melawan man-to-man defense sering kali tidak bisa dijalankan ketika melawan zone defense. Strategi zone offense harus digunakan menghadapi zone defense. Terdapat dua jenis zone offense yang digunakan, yaitu “zone 1″ dan “zone 2″. Kedua zone offense tersebut dirancang untuk melawan zone defense dengan dua pemain defensive didepan (“zone 1″), dan zone defense dengan satu pemain defensive didepan (“zone 2″).
Petunjuk umum menyerang zone defense:
·         Gunakan serangan cepat
·         Lakukan defense full-court press
·         Analisa jenis zone defense lawan
·         Sabar
·         Offensive rebound
·         Jaga jarak antar pemain
·         Usahakan menyerang dari dalam
·         Passing cepat
·         Terapkan screen
·         Perimeter dalam posisi triple-threat
·         Strategi terakhir 

PERWASITAN DALAM PERMAINAN BOLA BASKET

A.    Klasifikasi Wasit bola basket
Wasit bola basket ditentukan oleh Pengurus Besar Bola Basket Seluruh Indonesia ( PB PERBASI), Dalam hal ini dibantu oleh komisi wasit. Hak dan kewajiban komisi wasit, menatar, mengangkat, menghentikan wasit dari tingkat C sampai A, dan mengusulkan para wasit untuk mengikuti ujian wasit internasional. Klasifikasi wasit PERBASI terdiri atas wasit anggota (C), wasit daerah (B2), wasit wilayah (B1), wasit internasional (A), dan wasit internasional.

B.     Perlengkapan Wasit Bola Basket
Perlengkapan wasit dalam permainan bola basket antara lain peluit, celana panjang berwarna abu-abu, kemeja atau kaos abu-abu, dan sepatu basket atau sepatu tenis.

C.     Tugas dan kewajiban Wasit
Pertandingan bola basket dipimpin oleh dua orang wasit, yaitu wasit I (referee) dan wasit II (umpire). Berikut ini kewajiban dan kekuasaan khusus wasit I.
1)      Melaksanakan bola loncat pada tiap permulaan babak
2)      Memeriksa dan mengesahkan semua perlengkapan alat pertandingan dan alat-alat petugas meja.
3)      Menetapkan jam permainan yang resmi dan menyesuaikan tanda perwasitan kepada wasit II dan petugas meja.
4)      Melarang pemain menggunakan alat-alat yang mungkin dapat membahayakan pemain lain.
5)      Bila terjadi perbedaan pendapat mengenai gol yang terjadi, maka wasit I harus memutuskan masuk atau tidaknya.
6)      Berhak menghentikan pertandingan bila keadaan menghendaki
7)      Bila di antara petugas meja terdapat perbedaan pendapat, wasit I harus memutuskan persoalan ini
8)      Memeriksa dan mengesahkan angka dalam daftar angka pada tiap akhir suatu babak.
9)      Memutuskan setiap peristiwa yang tidak tertampung dalam peraturan permainan dan peraturan pertandingan.
Sebelum pertandingan dimulai wasit harus mengadakan pemeriksaan alat dan fasilitas pertandingan, menyesuaikan tanda-tanda perwasitan, pemeriksaan pemain dan undian tempat. Pada tiap permulaan babak, wasit I harus mengadakan bola loncat dengan mengambil posisi menghadap ke tempat petugas meja.   
Sebelum melaksanakan bola loncat, wasit I harus memberi tanda dengan cara ibu jari tangan diacungkan ke atas kepada wasit II, Kemudian wasit II bertanya kepada petugas meja apakah sudah dapat dimulai, bila petugas meja menjawabjuga dengan ibu jari tangan, wasit II segera memberi jawaban kepada wasit I dengan mengacungkan ibu jari tangan. Bila semuanya telah siap, segeralah wasit I melaksanakan bola loncat.
Setelah bola loncat pertama dilaksanakan, maka tidak ada lagi istilah wasit I dan Wasit II, tetapi yang ada wasit pemandu dan wasit penyerta. Dalam menjatuhkan keputusan, antara wasit I dan Wasit II tidak ada perbedaan kekuasaan. Bila terjadi keputusan yang berlawanan tetapi bersifat setaraf, maka harus diadakan bola loncat.

D.    Pedoman Menjatuhkan Kesalahan Perorangan
Menjatuhkan suatu kesalahan kepada pemain haruslah tepat, sebab dari suatu kesalahan seorang pemain dapat langsung dikeluarkan setelah melakukan kesalahan lima kali dan pihak lawannya mungkin dapat memperoleh angka.
Berikut ini pedoman menjatuhkan kesalahan perorangan.
1)      Pada waktu mengamati suatu peristiwa, wasit benar-benar melihat dengan nyata semua pemain yang ikut berperan dalam peristiwa itu sejak sebelum kejadian, saat kejadian dan akibat kejadian.
2)      Tidak ada persinggungan tidak ada kesalahan.
3)      Persinggungan yang bagaimana pun kerasnya diperbolehkan bila kedua pemain yang bertanding mempunyai jarak yang sama terhadap bola melakukan persinggungan yang wajar.
4)      Menjatuhkan blocking hanya terhadap pemain penyerang yang tidak menguasai bola.
5)      Pertanggungjawaban persinggungan dilihat dari vertikalitas pemain, yaitu tabung silinder yang dibuat bila pemain dalam sikap berdiri tegak berkacak pinggang dengan kadua belah tangannya dan berputar. Kalau seorang pemain keluar dari vertikalitasnyadan mengadakan persinggungan maka harus bertanggung jawab akan persinggungan tersebut.
6)      Bila dua orang pemain dari kedua regu pada waktu yang bersamaan atau hampir bergerak dengan arah yang sama, maka pemain yang dibelakang bertanggung jawab akan persinggungan tersebut.
7)      Bila dua pemain dari dua regu pada waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan bergerak dengan arah berlawanan, maka pemain yang regunya menguasai bola bertanggung jawab akan persinggungan tersebut.
8)      Seorang pemain berhak menempati tempat di mana pun di dalam lapangan permainan, asalkan memberi kesempatan kepada pemain lawan berhenti atau mengubah arah untuk menghindar.

E.     Pedoman dalam Mewasiti
1)      Setiap terjadi pelanggaran, tiup peluit sambil mengangkat tangan dengan telapak tangan terbuka memberi tanda pelanggaran, dan menunjuk ke arah mana bola harus dilempar.
2)      Bila terjadi lemparan ke dalam setelah bola dikuasai oleh pelempar, wasit yang terdekat harus mengacungkan tangan dengan telapak tangan terbuka, dan baru diturunkan setelah bola disentuh oleh salah seorang pemain yang ada di dalam lapangan permainan.
3)      Bila terjadi kesalahan, wasit yang melihat kejadian segera meniup peluit. Sambil mengangkat tangan dengan mengepal dan menunjuk pemain yang melakukan kesalahan, kemudian menuju ke arah petugas meja, hingga tidak tertutup oleh para pemain yang melakukan kesalahan, apa yang dilakukan, lalu memberi tanda lemparan samping, tembakan satu kali (dua kali atau tiga untuk dua)
4)      Ingat selalu menempati kedudukan pemandu dan penyerta, Tiap terjadi kesalahan dan bola loncat harus berpindah tempat. Aturlah selalu agar perpindahan antara pemandu dan penyerta selalu berjalan lancar dan ambillah jalan yang paling praktis dalam saling mengisi tempat pemandu dan penyerta. Binalah kerjasama antara kedua wasit
5)      Setelah kedudukan wasit pemandu dan penyerta dipenuhi, usahakanlah selalu bergerak untuk memperoleh tempat pengamatan yang tepat dan menjaga konsentrasi.
6)      Wasit penyerta mempunyai kewajiban khusus mengamati persinggungan pemain antara pinggang ke atas dan pengamatan terhadap bola masuk. Bila bola masuk, harus memberi tanda kepada petugas meja dengan mengacungkan dua jari dan digerakkan ke bawah, Wasit pemandu berkewajiban khusus mengamati persinggungan pemain antara pinggang sampai kaki

F.      Tanda-tanda saat Tembakan Hukuman
1)      Bila dilaksanakan satu kali tembakan hukuman , maka tembakan itu segera akan dilanjutkan permainan lagi. Setelah pemain menempati posisinya, segera wasit penyerta memberitahukan bahwa tembakan hanya satu kali dengan mengacungkan jari telunjuk hingga semua pemain mengerti akan maksudnya, kemudian menyerahkan bola kepada penembak. Setelah itu, menjatuhkan diri dari daerah tembakan hukuman sambil mengankat satu tangan dengan telapak tangan terbuka.
2)      Bila dilangsungkan dua kali tembakan hukuman, setelah parapemain menempati posisinyakemudian wasit memberi tanda dengan dua jari. Wasit menyerahkan bola kepada penembak, mundur beberapa langkah sambil mengangkat kedua belah tangannya. Bila tembakan kedua akan dilaksanakan, lakukan no. 1).
3)      Bila dilangsungkan tembakan hukuman 3 untuk 2, maka setelah pemain menempati posisinya wasit penyerta memberi tanda 3 jari kemudian lakukan seperti no. 2).
4)      Bila tembakan hukuman masuk, maka wasit penyerta harus memberi tanda kepada petugas, meja dengan mengacungkan jari telunjuk dan digerakkan ke bawah.

Teknik Dasar Permainan Bola Basket Lengkap

1.       Cara Memegang Bola
Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari - jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda - kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.

2.      Passing dan Catching (Mengoper dan Menangkap)
Passing berarti mengoper, sedangkan catching berarti menangkap. Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks. Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball) terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap bola di depan dada. Karena ini merupakan dasar untuk bisa bermain secara maksimal dan baik. Passing sendiri terbagi ke dalam beberapa bentuk berikut diantaranya.
1)      Chest Pass (operan setinggi dada)
Operan ini dimulai dari memegang bola di depan dada, kemudian bola dilempar lurus dengan telapak tangan ke arah luar.
2)      Bounce Pass (operan pantul)
Sama dengan chest pass, bedanya hanya lemparan diarahkan ke lantai, usahakan titik pantulnya berada di 3/4 jarak dari pengoper bola.
3)      Overhead Pass (operan di atas kepala)
Operan dilakukan dengan kedua tangan berada di atas. Penerima bola juga menangkap dengan posisi tangan di atas.
4)      Baseball Pass 
Operan ini dilakukan di atas/belakang kepala, bertujuan agar passing melambung dan melewati lawan. Operan jarak jauh yang dilakukan biasanya lebih dari setengah panjang lapangan. Operan ini tidak terlalu akurat namun berguna pada fast break.
5)      Behind the Back Pass
Teknik gerakan behind the back pass merupakan gerakan yang rumit untuk para pemula. Untuk tenikn ini utuh latihan tekun dan berulang-ulang untuk bisa melakukan gerakan ini dengan baik dan benar. Operan ini sekarang sudah menjadi senjata menyerang yang umum. Keunggulan umpan ini yaitu lawan tidak mengetahui sasaran yang ingin dituju.
6)      Jump Pass
Maksudnya adalah gini, mungkin pernah lihat pemain yang seperti akan melakukan shooting jump shoot, namun tiba tiba dia memberikan passing ke kawan. teknik ini sangat tidak dianjurkan, karena biasanya akan terkena blok, tercuri, maupun salah passing yang mengakibatkan turnover.
7)      Blind Pass
Blind alias buta, so blind pass bisa disebut juga sebagai no look pass.
8)      Elbow Pass
Passing tingkat sulit, memberikan passing menggunakan sikut. Biasa diperagakan dalam freestyle basketball. Namun dalam basket resmi, passing model ini sangat riskan.

3.      Dribbling (menggiring bola)
Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya yaitu dengan memantul - mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan. Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah pertahanan lawan. Prinsip dalam teknik dribble antara lain:
·         Kontrol pada jari-jari tangan
·         Mempertahankan tubuh tetap rendah
·         Kepala tegak
·         Melatih kedua tangan agar sama-sama memiliki dribble yang bagus
·         Lindungi bola (protect the ball)
Macam-macam dribble :
·         Change of pace dribble
            Dribble ini adalah yang paling umum dalam bola basket dan digunakan untuk membuat pemain bertahan berfikir bahwa pelaku dribble akan memperlambat atau mempercepat tempo dribble.
·         Low or control dribble
            Dribble ini dilakukan setiap kali pemain dijaga dengan ketat. Tipe dribble ini hanyalah menjaga bola agar tetap rendah dan terkontrol. Bola di- dribble di sisi tubuh, jauh dari pemain bertahan. Telapak tangan yang mendribble bola diusahakan agar tetap berada di atas bola.
·         High or speed dribble
            Ketika pemain berada di lapangan terbuka dan harus bergerak secepatnya dengan bola, maka ia akan menggunakan dribble ini. Ketika berlari dengan cepat, pemain akan mendorong bola di depannya dan membiarkannya melambung ke atas setinggi pinggulnya. Tangan yang mendribble tidak berada di atas bola melainkan di belakang bola.
·         Crossover dribble
            Yaitu mendribble bola dengan memindahkan bola dari tangan yang satu kearah tangannya yang lain. Gerakan ini sangat bagus untuk memperdaya pemain bertahan. Namun bola bisa dicuri bila tidak dilakukan dengan baik, karena bola tidak terjaga.
·         Behind the back dribble

            Jenis dribble ini digunakan ketika pemain mengganti arah supaya terbebas dari pemain bertahan. Bola digerakkan dari satu sisi tubuh ke sisi tubuh yang lain dengan mengayunkannya di belakang tubuh.
·         Between the legs dribble
            Dribble ini adalah cara yang cepat untuk memindahkan bola dari satu tangan ke tangan yang lain melewati sela kaki. Digunakan ketika pen-dribble dijaga dengan ketat atau ingin mengganti arah.
·         Spin dribble
            Dribble ini dikenal juga dengan nama spin dribble atau rol dribble. Dribble ini dilakukan untuk mengganti arah dan memantulkan bola dari satu tangan ke tangan yang lain ketika dijaga dengan ketat. Dribble ini harus dilakukan dengan cepat saat pen-dribble mendorong bola ke lantai dan berputar mengelilingi pemain bertahan.

4.      Shooting (menembakkan bola ke arah keranjang)
1)      Set shoot
            Tembakan ini jarang dilakukan pada permainan biasa. Karena jika penembak tidak melompat, maka tembakannya akan mudah dihalangi. Umumnya tembakan ini dilakukan saat lemparan bebas atau bila memungkinkan untuk menembak tanpa rintangan (free throw).
2)      Lay-up shoot
            Lay-up dilakukan di akhir dribble. Pada jarak beberapa langkah dari ring, penggiring bola secara serentak mengangkat tangan dan lutut ke atas ketika melompat ke arah keranjang.
3)      Jump shoot
            Tembakan ini sering dilakukan saat pemain menyerang tidak bisa mendekati keranjang. Tembakan ini sangat sulit dihalangi karena dilakukan pada titik tertinggi lompatan vertical penembak.
4)      Underhand shoot
            Tembakan ini adalah jenis tembakan lay-up ketika penembak melompat kea rah keranjang, mengangkat tangan ke atas untuk menjauhkan bola dari jangkauan pemain bertahan.
5)      Hook shoot
            Yaitu tembakan lemah dan akurat serta merupakan gerakan low-post yang baik. Bila dilakukan dengan tepat maka tembakan ini sangat sulit untuk dihalangi, karena tangan penembak berada jauh dari jangkauan pemain bertahan. Tembakan ini selalu diawali dengan pemain memunggungi keranjang.
6)      Dunking
            Tembakan dunk dulunya dianggap suatu atraksi istimewa yang dilakukan oleh pemain-pemain dengan postur tubuh yang tinggi. Tembakan dunk adalah tembakan yang mengagumkan dan dapat mengobarkan semangat tim serta menjatuhkan mental lawan dengan cepat. Dunking dapat dilakukan dengan dua atau satu tangan dari depan atau belakang. Tembakan ini hanya dapat dilakukan oleh pemain yang memiliki postur atau lompatan tinggi.

5.      Pivot (Berputar)
Pivot adalah gerakan memutar badan dengan menggunakan salah satu kaki sebagai poros putaran (setelah kita menerima bola). Ada tiga alternatif gerakan yang bisa dilakukan:
·         Pivot kemudian dribble (membawa bola)
·         Pivot kemudian passing (melempar bola)
·         Pivot kemudian shooting (menembakan bola)

6.      Jump Stop
Jump stop merupakan sebuah gerak berhenti terkendali dan dengan menggunakan dua kaki. Jump stop bisa digunakan pemain penyerang untuk memantapkan kaki yang akan dipakai untuk pivot (poros), menghindari traveling, dan mempertahankan keseimbangan tubuh dengan baik.

7.      Rebound
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat rebound yaitu make contact, box out, dan jump to the ball. Dalam era basket modern sekarang ini diperlukan gerakan rebound dalam suatu pertandingan. Apabila sebuah tim tidak mempunyai keinginan untuk melakukan defensive rebound maupun offensive rebound, dapat dipastikan tim itu akan kehilangan banyak kesempatan kedua untuk melakukan score pada saat pertandingan.

NAMA-NAMA POSISI PEMAIN BOLA BASKET
·         Guard: pemain yang berada di depan yang bertugas untuk mencetak angka dan menerobos pertahanan lawan. biasanya dalam starter terdapat 2 buah guard.Guard memiliki banyak jenis seperti:
§  Point Guard: jenis guard ini memegang kendali penuh atas penyerangan ke daerah lawan. biasanya tubuh pemain point guard kecil
§  Shooting Guard: jenis guard ini bisa bergerak cepat & lincah. dia juga memiliki keahlian shooting yang tinggi karena memang tugasnya untuk mencetak angka
·         Center: pemain ini termasuk pemain yang paling penting dalam sebuah tim basket. center memiliki tubuh & loncatan yang tinggi karna dia yang mengambil bagian jumpball. center juga diwajibkan memiliki keseimbangan tubuh yang tinggi agar tidak mudah terjatuh saat ditabrak oleh lawan. center dibutuhkan untuk menyerang & memasukkan bola.tapi center juga diperlukan untuk menjaga ring agar tidak kemasukan bola.
·         Forward: pemain yang berada di belakang yang bertugas untuk menjaga pertahanan agar tidak kemasukan angka. sama seperti guard,forward juga memiliki berbagai jenis diantaranya:
§  Small Forward:small forward biasanya memiliki kecepatan lebih dari center & forward lainnya. small forward biasanya membantu forward lainnya untuk merebut bola dari lawan.
§  Power Forward: power forward biasanya tidak hanya handal dalam mempertahankan ring tapi juga ahli bekerja sama melakukan rebound bersama center.

PERATURAN PERMAINAN BOLA BASKET
A.    Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut:
1.      Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2.      Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3.      Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4.      Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5.      Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
6.      Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan pada aturan 5.
7.      Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
8.      Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
9.      Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10.  Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
11.  Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12.  Waktu pertandingan adalah 4 quarter (babak) masing-masing 10 menit
13.  Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.

Peraturan Pertandingan
Dalam suatu kompetisi tentunya harus ada peraturan yang jelas, walaupun mungkin hanya kompetisi kecil. Jelas dalam artian sesuai dengan peraturan dasar dan Technical Meeting.
1.      Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan disitribusikan ke dalam 2 (dua) group, masing-masih group terdiri dari 4 (empat) tim. 
2.      Setiap tim terdiri dari 5 pemain inti yang bermain di lapangan dan max 7 pemain cadangan. 
3.      Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi. 
4.      Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang lain. 
5.      Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 5 orang. 
6.      Apabila di lapangan terdapat kurang dari 5 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah. 
7.      Setiap peserta hanya diperbolehkan membuat maksimal 4 (empat) personal fouls (pada personal foul ke 5 (lima), fouled out). 
8.      Team foul maksimum adalah 5 (lima). Setiap foul setelah foul ke 5 (lima), maka tim lawan berhak mendapatkan 2 (dua) buah free throw. 
9.      Team foul akan di-reset pada perpindahan babak. Namun, pada saat overtime, team foul tidak akan di-reset. 
10.  Waktu pertandingan untuk penyisihan group adalah 2 X 20 menit kotor, dimana waktu tidak akan dimatikan pada saat time out dan free throw. 
11.  Waktu pertandingan untuk babak semi final adalah 2 x 20 menit semi kotor, dimana waktu akan dimatikan pada saat time out dan free throw. 
12.  Waktu pertandingan untuk babak final adalah 2 x 20 menit bersih, dimana waktu akan dimatikan pada saat bola mati, time out dan free throw. 
13.  Waktu istirahat pergantian babak ditetapkan selama 5 menit. 
14.  Waktu time out ditetapkan selama 1 (satu) menit dengan masing-masing tim memperoleh 1 (satu) kali time out pada setiap babak. 
15.  Apabila pada akhir game, kedua tim memperoleh angka yang sama, overtime akan diadakan. 
16.  Masa overtime berlangsung selama 1 x 5 menit (bersih). 
17.  Apabila sampai dengan akhir waktu dari babak overtime, masih terdapat perolehan angka yang sama, maka akan dilakukan adu free-throw. Setiap tim diwakili oleh 2 orang dengan masing-masing orang memiliki 5 kali kesempatan. 
18.  Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner up akan dilihat dari kualitas angka memasukan pada tiap-tiap pertandingan yang dimainkan. 
19.  Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan international.
20.  Peraturan permainan yang dipergunakan juga sangat tergantung dari pada peraturan PERBASI/FIBA mana yang berlaku. Misalnya pada tahun 1984, peraturan permainan yang berlaku adalah Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 - 1984.

B.     Wasit
Dalam permainan bola basket dipimpin oleh 2 orang wasit, yaitu satu orang wasit utama (refree), dan satu orang wasit kedua (umpire) serta dibantu satu orang pencatat score.

C.     Bola Dalam Pertandingan
Bila wasit menempatkan dirinya dalam posisi bola lompat (Jump ball), wasit menempatkan posisinya dalam pelaksanaan tembakan hukuman, dan bila bola dikuasai pemain dalam posisi melempar kedalam.
D.    Bola Mati
1.      Apabila terjadi kesalahan
2.      Apabila terjadi pelanggaran
3.      Apabila terjadi gol
4.      Terjadi bola pegang atau tersangkut di atas ring
5.      Pluit bunyi permainan terjadi pelanggaran 30 detik
6.      Berakhir babak permainan
E.     Time – out
Selama dalam pertandingan, time out diberikan 4 kali, setiap satu babak kesempatan time out 2 kali.

F.      Lapangan
Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 15 m yang diukur dari pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengan menambah atau mengurangi ukuran panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.

G.    Keranjang
Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45 cm berwarna. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada ring. Panjang jala 40 cm.

H.    Papan Pantul
Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok. Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm. Tinggi papan, 275 cm dari permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya dari titik tengah garis akhir lapangan. (Perincian selengkapnya, lihat gambar).

I.       Bola
Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600 gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikian rupa sehingga jika dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak lebih dari 140 cm.

Pelanggaran dalam bermain basket :
1.      Foul --> melanggar pemain lawan dgn reaching atau posisi defence yg salah.
2.      Travelling --> tidak mendribble bola dlm 3 langkah saat lari maupun berjalan
3.      Offensive Foul --> saat kita menabrak lawan yg dalam posisi hands up / charge yg benar, saat kita melakukan ilegal pick
4.      Foul out --> keadaan dimana seorang pemain telah melakukan 5 kali foul biasa (FIBA), 6 kali foul (NBA).atau telah melakukan technical foul 2 kali dalam 1 kali pertandingan.maka pemain yang terkena foul out harus keluar dari lap pertandingan.
5.      Double Dribble --> dimana saat bola dalam keadaan mati kamu kembali mendrible bola
6.      Technical Foul --> pelanggaran yang berhubungan dengan peraturan pertandingan secara teknis seperti seseorang memprotes wasit terus-menerus dgn kasar,tidak menghargai wasit, mengeluarkan kata" kotor, melakukan kekerasan pada lawan, bench melakukan hal" yg tidak seharusnya, memaki , dll
7.      Three Seconds Violation --> pelanggaran yang diberikan apabila seorang pemain berada di area tembakan bebas ( key area ) selama 3 detik
8.      Offensive 3 second --> pelanggaran karena diam di post/area tim lawan selama 3 detik pada saat lawan defense. Bola berpindah ke pihak lawan
9.      Deffensive 3 second --> pelanggaran karena diam di area tim sendiri selama 3 detik pada saat lawan melakukan offense. Lawan diijinkan melakukan 1 throw-in.
10.  30-second violation <sekarang 24-second violation> --> pelanggaran pemain tim A tidak melakukan shoot/lay-up/dunk ke ring lawan melewati batas waktu 30 detik sekarang jadi 24 detik>. Bola berpindah ke pihak Tim B
11.  Peraturan 10-second violation <sekarang jadi 8-second violation> --> Pemain Tim A tidak keluar dari posisi defense<setengah lapangan tim A> selama 10 detik<sekarang jadi 8 detik> setelah bola dipegang oleh pemain tim A yang lain yang melakukan offense dan sedang berada di area tim B <setengah lapangan tim B>. Bola kemudian beralih ke tim B
12.  Back Ball / Back Court --> pelanggaran karena pemain yang membawa bola kembali ke daerah pertahanan setelah melewati garis tengah.
13.  Blocking Foul --> pelanggaran karena melakukan pelanggaran keras ketika menghalangi pemain lawan
14.  Team Foul --> pelanggaran dalam satu tim per babaknya. Apabila sudah mencapai 5 point maka akan diberikan free throw pada lawan..
15.  Personal Foul --> pelanggaran perorangan max 4 x foul kalau sudah 5x maka akan dikenai foul out
16.  Pushing --> pelanggaran karena mendorong lawan main

Violation (Pelanggaran)
1.      Travelling adalah pelanggaran karena    membawa bola tidak di dribble, lebih dari 2 langkah.
2.      Illegal dribble adalah pelanggaran yang dilakukan karena menghentikan bola sesaat disalah satu tangan atau kedua tangan kemudian mendribbelnya kembali.
3.      Crraying the ball adalah kesalahan yang dilakukan karena mendribble dengan memutar bola.
4.      Second adalah pelanggaran yang diberikan apabila seorang pemain berada di area tembakan bebas (key area) selama 3 detik.
5.      Second adalah pelanggaran yang diberikan kepada seorang pemain karena menahan bola selama 5 detik tanpa ada usaha untuk passing ataupun dribble.
6.      8 second adalah pelanggaran yang diberikan kepada team karena selama 8 detik bola tidak melewati garis tengah (tidak berpindah dari wilayah sendiri).
7.      24 second adalah pelanggaran yang dilakukan sebuah team yang menguasai bola selama 24 detik tidak ada usaha memasukkan bola ke ring lawan.
8.      Back court adalah pelanggaran karena pemain yang membawa bola kembali kedaerah pertahanan setelah melewati garis tengah.
9.      Deliberat foot ball
10.  Out of ball
 
Foult (Kesalahan)
1.      Illegal use hand adalah kesalahan yang  di lakukan pemain karena memukul salah satu anggota tubuh lawan.
2.      Blocking adalah menghadang lawan dengan menghalangi pergerakan lawan.
3.      Elbow adalah pelanggaran yang dilakukan karena menyikut lawan.
4.      Holding adalah menarik lawan dengan maksud menguasai bola dari lawan.
5.      Pushing adalah mendorong lawan dengan maksud merebut bola atau mencederai dari lawan.
6.      Charging adalah kesalahan yang dilakukan karena menabrak lawan yang sudah menepati posisinya.
7.      Double foult adalah situasi dimana dua pemain yang berlawanan saling melakukan kesalahan perorangan satu sama lainnya pada waktu bersamaan.
8.      Technical foul adalah kesalahan yang dilakukan tanpa persinggungan seorang pemain atas suatu prilaku yang dalam batas kewajaran,tetapi tidak dibatasi untuk:
§  Mengabaikan perintah wasit
§  Menyentuh wasit
§  Berkomunikasi dengan wasit
§  Menggunakan bahasa atau isyarat menantang atau menghasud penonton
§  Pura-pura menjatuhkan diri untuk mendapatkan kesalahan
9.      Unspertman like foul adalah kesalahan perorangan seorang pemain dimana dalam penilaian wasit bukan merupakan suatu usaha yang dibenarkan untuk memainkan bola secara langsung di dalam semangat dan maksud dari peraturan.
10.  Disqualifying foul adalah tindakan unsperman like yang menyolok dari seorang pemain, pemain pengganti, pemain yang sudah dilarang masuk, pelatih, asisten pelatih atau pengikut regu

ISTILAH DALAM BOLA BASKET
1.      Fundamentals: Dasar-dasar
2.      Drills: Latihan yang dilakukan berulang-ulang
3.      Passing: Lemparan bola (operan)
4.      Passing: drills Latihan lemparan bola berulang-ulang
5.      Passing: games Latihan lempar tangkap
6.      Shooting: Lemparan kekeranjang
7.      Long shoot: Tembakan dari jarak jauh
8.      Medium shoot: Tembakan dari jarak sedang
9.      Total shoot: Hasil dari seluruh tembakan
10.  Free throw: Lemparan bebas
11.  Short shoot: Tembakan dari jarak dekat
12.  Jump shoot: Lemparan / tembakan sambil melompat
13.  Jump ball : Bola lompat
14.  Jump pass: Lemparan sambil melompat
15.  Jumping jack: Berlompat bertumpu pada dua kaki, kedua tangan dibelakang kepala
16.  Field goal attemted: Berlompat bertumpu pada dua kaki, kedua tangan dibelakang kepala
17.  Field goals made: Tembakan berhasil
18.  Field goals percentage: Persentase tembakan lapangan
19.  Warm up: Pemanasan
20.  Foot work: Gerakan olah kaki
21.  Streeching: Perenggangan / penguluran otot
22.  Change of pace: Perubahan langkah
23.  Change of direction: Perubahan arah lari
24.  Half court: Setengah lapangan
25.  Full court: Lapangan penuh
26.  Turn over: Bola berpindah lawan bukan karena tembakan
27.  Transition: Perubahan dari menyerang ke bertahan
28.  Trap: Jebakan
29.  Help: Pertolongan
30.  Wing: Sayap
31.  Forward: Pemain penyerang
32.  Guard: Pemain bertahan
33.  Poin guard: Pemain pengatur serangan
34.  Playmeker: Pemain pengatur serangan
35.  Post: Pemain poros
36.  Law post: Posisi pemain poros disamping bawah basket
37.  High post: Posisi pemain poros digaris tembakan
38.  Side post: Posisi pemain poros disamping garis tembakan hukuman
39.  Side line: Posisi pemain poros disamping garis tembakan hukuman
40.  Base line: Garis belakang
41.  Mide line: Garis tengah lapangan
42.  Back court: Daerah belakang lapangan
43.  Front coart: Daerah depan lapangan
44.  Strong side: Daerah sering dimana bola berada
45.  Wead side: Daerah serang tanpa bola
46.  Pivot man: Melangkah kesegala arah dengan bertumpu pada satu kaki sebagai Poros atau as
47.  Post man: Pemain yang berfungsi sebagai poros
48.  Block out: Bendungan bola yang keluar
49.  Screen: Menutupi jalan lawan sehingga temannya bebas bergerak
50.  Intercept: Memotong jalan bola
51.  Stealing the ball: Mentip bola untuk dikuasai
52.  Assist: Umpan kepada temannya untuk membuat poin
53.  Rebound: Memantulkan bola kepapan pantul
54.  Dribling: Menggiring bola
55.  Double dribble: Menggiring bola dengan dua tangan
56.  Lost ball: Bola lepas kendali
57.  Personal foul: Kesalahan perorangan
58.  Walking: Kesalahan melangkah
59.  Zone defense: Pertahanan daerah
60.  Man to man defense: Pertahanan 1 lawan 1 dengan tugas khusus setiap pemain  menjaga
61.  Small forward: Pemain yang memiliki kemampuan menembak dari lapangan                bagian Samping
62.  Outlet pass: Pemain yang berfungsi sebagai penerima operan awal pada waktu            melakukan serangan kilat
63.  The trailer: Pemain yang mengikuti jejak pada waktu serangan kilat
64.  Back door : Pintu belakang
65.  Ball handler: Pemain yang bisa mendribel bola dari daerah pertahananana kedaerah penyerangan dan memprakarsai penyerangan
66.  Blocking: Bendungan
67.  Full court press: Tekana keseluruh lapangan
68.  Give and go: Beri dan pergi
69.  Key hole: Garis tembakan hukuman dan lingkaran
70.  Disqualified player: Pemain yang tereleminasi
71.  Trow in: Lemparan kedalam
72.  Approach stop: Langkah pendekatan
73.  Lateral glide step: Langkah melengser pada sisinya
74.  Retreat step: Langkah mundur
75.  Stutter step: Langkah tipu
76.  Triple treath position: Adegan pemain yang menguasai bola dengan cara salah satu kakinya berada didepan kaki lainnya, sehingga mempunyai tiga kemungkinan menemba, menerobos kearah basket atau mengoper bola kepada temannya. Adegan ini bisa disebut triguna/trifungsi.

NATIONAL BASKETBALL ASSOCIATION
National Basketball Association atau dikenal dengan singkatan NBAadalah liga bola basket pria di Amerika Serikat dan merupakan liga basket paling bergengsi di dunia.
NBA didirikan di New York City pada 6 Juni 1946 dengan nama Basketball Association of America (BAA).Pada saat ini, di kompetisi NBA terdapat 30 klub yang masing-masing berpusat di satu kota, kecuali Los Angeles yang mempunyai dua tim, yaitu Los Angeles Lakers dan Los Angeles Clippers.
Sistem Aturan NBA
NBA mengadakan kompetisi setiap tahunnya dengan sistem Season dan Playoffs, pada sistem Season setiap klub bertanding 82 kali melawan klub-klub lain dan 16 klub (8 dari wilayah timur dan 8 dari wilayah barat) yang mempunyai rekor terbaik berhak untuk lanjut ke babak Playoffs. Dalam babak Playoffs, 8 tim dari setiap wilayah akan diadu dengan format, tim ke-1 (yang terbaik di wilayah) melawan tim ke-8 (urutan 8 di wilayah, tim ke-2 melawan tim ke-7, tim ke-3 melawan tim ke-6 dan tim ke-5 melawan tim ke-4). Tim dengan rekor menang-kalah lebih baik di Season akan diberikan keuntungan bermain menjadi tuan rumah lebih banyak di babak Playoffs.

Pada Playoffs sistem yang digunakan pada babak pertama adalah “best-of-five”(siapa yang menang 3x duluan dari total 5 pertandingan), dan babak selanjutnya sampai Final adalah “best-of-seven” (siapa yang menang 4x duluan dari total 7 pertandingan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar