Kamis, 18 Februari 2016

EXO FanFiction: Stay With Us Chapter 6.b

Stay With Us Chapter 6.b


New Friends

“Chanyeol! Chanyeol! Bangun! Huh, dia pingsan,” gerutu D.O.
“Hei, biarkan aku menyembuhkan luka-luka Chanyeol,” Lay menawarkan bantuannya pada D.O.
“Kenapa kamu mau membantu kami?” tanya D.O.
“Apakah membantu orang lain membutuhkan alasan?” Lay balik bertanya.
“Aku rasa tidak. Tapi, aku dan Chanyeol kan sudah menyakiti teman-temanmu. Kenapa kamu masih mau membantu kami?” tanya D.O. lagi.
“Kalau urusan itu, lebih baik kita bicarakan baik-baik nanti setelah Xiumin tersadar, supaya semuanya menjadi jelas. Sekarang biarkan aku mengobati temanmu ini,” jelas Lay.
“Baiklah, tolong obati dia.” Pinta D.O.
“Baik. Setelah ini, aku akan menyembuhkan lukamu.”
“Terima kasih,” ucap D.O. pelan.
“Sama-sama.”
Lay telah selesai menyembuhkan Chanyeol dan D.O., Chanyeol lalu di bawa ke kamar Kai yang ada di lantai atas untuk istirahat. Beberapa saat kemudian, Chanyeol tebangun dari pingsannya. “Aku dimana?” tanya Chanyeol.
“Kamu di Snow Cafe,” jawab D.O.
Chanyeol langsung tertuduk, “Loh, terus bagaimana dengan pertempuran tadi?”
“Kita terpaksa meninggalkan pulau tadi karena angin besar yang muncul akibat pertempuranmu dan Xiumin terlalu besar dan berbahaya. Bahkan angin itu juga menyedot petirnya Chen dan batu-batu disekitarnya.”
“Betulkah? Anginnya sebahaya itu ya. Kalau ada Sehun, mungkin dia bisa membantu kita mengendalikan anginnya sebelum menjadi bencana,” Chanyeol sedikit berharap.
“Sehun, Suho, dan Baekhyun sedang ada misi di luar kota. Lagi pula ini misi kita sendiri, kita harus bisa menyelesaikannya,” nasihat D.O.
“Iya, aku tahu. Jadi, selanjutnya kita akan ngapain?”
“Kita akan bicara dulu dengan Xiumin. Teman-temannya juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Habis ini kita akan berdiskusi dengan mereka.”
“Baiklah, aku sudah siap.” Chanyeol dan D.O. turun ke lantai bawah. Tiba di bawah, D.O. dan Chanyeol terkejut melihat dua gadis yang sangat mereka kenal sedang mengobrol ria bersama Lefi, Dita dan Terra. “Yurin-chan,” lirih Chanyeol.
Gadis yang bernama Yurin menoleh ke arah suara yang didengarnya. “Chanyeol!” dia langsung menghampiri Chanyeol kemudian mencubitnya.
“Auw!” rintih Chanyeol. “Kok dicubit sih?”
“Habisnya, kamu lagi-lagi pergi gak ngajak aku. Akhirnya jadi begini kan,” jawab Yurin tangkas.
“Aku kan gak mau ganggu kamu,” jelas Chanyeol.
“Ini, aku sampai harus bawa banyak sekali plaster luka gara-gara kamu,” seru Yurin.
“Aha, terima kasih Yurin-chan.”
“Sama-sama,” ucap Yurin.
“Yurin perhatian ya sama Chanyeol,” bisik Terra.
Gadis satu lagi yang masih duduk bersama Terra, Lefi dan Dita mengiyakan bisikkan Terra, “Dia sebenarnya sayang dengan Chanyeol, tapi kadang, dia tsundere begitu deh.” Terra, Lefi dan Dita mengangguk-angguk setuju.
D.O. berjalan mendekati gadis yang masih duduk itu. “Kamu gak nyamperin aku, Nika?” tanya D.O. ketika sampai tepat di belakang gadis yang bernama Nika itu.
“D.O.,” Nika berdiri dan berbalik menghadap D.O.
“Aku lelah Nika,” lirih D.O.
“Kemarilah, kamu sudah menjaga Chanyeol dengan baik. Sekarang biarkan aku yang menjagamu,” ucap Nika lembut. D.O. langsung terjatuh ke pelukan Nika. Energi yang hangat dan besar masuk, menjalari serluruh tubuhnya.
Beberapa menit kemudian D.O. melepaskan tubuhnya dari Nika. “Terima kasih,” ucap D.O., Nika tersenyum.
“Bukankah sudah saatnya kamu memberi penjelasan ke mereka,” ucap Nika lembut sambil menoleh ke Xiumin, Chen, Kai dan Lay yang sedang berkumpul bareng sambil minum kopi.
“Kamu benar, Chanyeol ayo,” ajak D.O. Chanyeol langsung menghampirinya. Mereka bergegas ke kumpulan laki-laki yang sedang menikmati kopi itu. “Hei, boleh kami ikut nimbrung?” tanya D.O.
“Silahkan,” jawab Lay.
“Terima kasih,” ucap D.O. Mereka berdua langsung duduk berhadapan dengan Xiumin. “Kami akan menjelaskan semua alasan mengapa kami datang ke sini,” D.O. memulai pembicaraan.
“Baiklah, tolong jelaskan,” pinta Kai.
“Kami berdua ini datang dengan membawa sebuah misi,” lanjut D.O.
Chanyeol yang melanjutkannya, “Misi kami adalah membawa pulang Xiumin ke pamannya, Oat.”
“Kami berdua adalah Joyer dari Serikat Persatuan Joyer. Sebenarnya kami berdua di dalam organisasi itu masih punya kelompok kecil lagi yang kami bentuk sendiri bersama tiga teman kami yang satu sekolah dengan kami. Tapi karena mereka masih ada misi lain, jadi kamilah yang mengambil misi ini,” jelas D.O. lagi
“Awalnya kami kira kalian bertiga selain Xiumin hanyalah laki-laki biasa. Setelah kami merasakan kalian punya aura kekuatan seorang Joyer, kami meminta kalian untuk tetap tinggal di cafe ini sementara diamond kalian menyuruh semua pelanggan cafe untuk keluar,” ucap Chanyeol.
“Jadi, ada perlu apa Paman Oat harus sampai memberi kalian misi untuk menangkapku? Apa maunya pria tua itu sebernarnya?” tanya Xiumin dengan nada penuh kekesalan.
“Paman Oat tidak berkata banyak sama kami. Dia hanya bilang kalau kamu adalah pewaris tahta Frost corporation dan dia ingin kamu pulang untuk memimpin Frost corporation itu,” jawab D.O.
“Apa dia hanya menyebut namaku? Apa dia tidak menyebut nama Kim Minseok?” tanya Xiumin lagi. Chanyeol menggeleng.
“Paman itu hanya menyebut mamamu. Memangnya siapa itu Kim Minseok?” tanya Chanyeol.
“Kim Minseok adalah diriku yang satu lagi. Kalian pasti tahu kalau ada Joyer yang memiliki dua kepribadian yang berbeda. Aku, Chen dan Lay adalah Joyer yang punya dua kepribadian. Dan Kim Minseok adalah pribadi yang tidak punya kekuatan Joyer. Dia hanya manusia biasa. Paman itu hanya sayang sama Minseok selama ini. Dia sangat membenciku, tapi aku tidak tahu alasan kenapa dia sangat membenciku,” jawab Xiumin.
“Terus kenapa Paman itu meminta kami untuk membawamu pulang kalau dia sangat membencimu?” tanya D.O.
“Dia pasti ingin menjebakku. Aku dengan susah payah menyiapkan rencana untuk kabur darinya dan berhasil. Sekarang dia menyuruh kalian untuk membawaku kembali kepadanya. Jangan harap aku mau untuk ikut dengan kalian menemui paman tua itu,” tolak Xiumin tegas.
“Kenapa kamu bisa berspekulasi kalau pamanmu mau menjebakmu?” tanya Chen.
“Semenjak kedua orang tuaku meninggal, paman itulah yang mengurus aku dan Minseok. Tapi karena aku punya kekuatan dan lagi karena dia juga membenciku, dia selalu mengurungku di perpustakaan bawah tanah dan menyiksaku sesuka hatinya. Memang setelah kemunculan kekuatanku untuk pertama kalinya, aku tidak bisa mengontrol kekuatan esku dan sering hilang kendali. Itu juga salah satu penyebab dia sering menyiksaku. Tapi dia memperlakukan Minseok dengan sangat baik. Dan aku sangat membencinya,” jawab Xiumin.
“Xiumin, warna matamu mirip dengan Ayahmu kan? Papaku pernah bilang ke Aku kalau Pamanmu itu tidak suka dengan Ayahmu. Mungkin itu juga salah satu alasan dia membencimu,” tebak Lay.
“Kamu benar, paman itu tidak suka dengan Ayahku. Dia tidak suka kakaknya yang berasal dari keluarga kaya dan mewarisi perusahaan turun temurun keluarganya menikah dengan laki-laki yang berasal dari panti asuhan. Apalagi kakaknya memberikan jabatan tertinggi di perusahaan ke suaminya dan mewariskan hartanya ke anaknya,” Xiumin membenarkan tebakan Lay.
“Kalau harta orang tuamu diwariskan ke kamu, berarti seharusnya perusahaan itu menjadi milkmu sekarang. Kenapa malah paman itu yang memimpin perusahaanmu saat ini?” tanya Chen.
“Tidak semudah itu bagiku untuk bisa memimpin langsung sebuah perusahaan besar seperti itu. Aku harus belajar lebih banyak sebelum memimpinnya. Saat aku menjadi pemimpin, hidup ratusan karyawan perusahaan berada di tanganku. Makanya sekarang aku sedang belajar serius untuk bisa menjadi pemimpin yang baik. Dan lagi, semenjak orang tuaku meninggal, kepengurusan perusahaan diserahkan ke pamanku sampai aku dianggap bisa untuk memimpin sendiri perusahaannya,” jawab Xiumin.
Lefi yang diam-diam mendengar pembicaraan para laki-laki merasa terkejut setelah mendengar Xiumin rajin belajar cara memimpin perusahaan selama ini. Dalam hati Lefi berharap Xiumin bisa segera siap untuk mengemban tanggung jawab besar itu.
“Xiumin, kamu harus kembali ke pamanmu dan jatuhkan dia dari jabatannya yang sekarang,” perintah Kai.
“Aku masih belum siap tahu. Menjatuhkannya dari jabatan sebesar itu, paling tidak aku sudah lulus SMA dulu dan kekuataan esku ini bisa kukendalikan dengan baik,” tolak Xiumin.
“Xiumin benar Kai. Menjatuhkan seseorang dari suatu jabatan yang besar tidak bisa dilakukan dengan sembarangan dan butuh persiapan yang matang,” sahut Lay. Kai mengangguk-angguk.
“Karena sekarang kami sudah tahu kebenarannya dari kamu langsung, Xiumin. Jadi, kami memutuskan untuk mendukungmu saja. Kami akan bilang pada atasan kami bahwa misi ini gagal,” seru Chanyeol mantap. Kai, Xiumin, Chen dan Lay terkejut mendengarnya.
“Gagal, berarti kalian gak dapat komisi dong. Nanti atasan kalian marah loh,” seru Kai.
“Tidak, atasan kami tidak akan marah. Lagi pula komisinya kan didapat sebelum kami melakukan misi ini. Di dalam Serikat Persatuan Joyer, kami sebagai Joyer diberi wewenang khusus untuk menyelesaikan atau malah menghentikan misi sesuai keinginan kami, jadi hasil akhir dari misi ditentukan oleh kami yang mendapatkan misi itu dan pemberi misi harus menerima apapun hasilnya,” jelas D.O.
“Wah, asik banget diberi wewenang khusus kayak gitu,” kagum Chen.
“Tapi ada syaratnya kalau kalian mau kami bantu untuk menghadapi paman Oat itu,” lanjut Chanyeol. Xiumin, Chen, Lay, dan Kai saling berhadapan.
“Apa syaratnya?” tanya Xiumin.
“Syaratnya, kalian harus masuk ke Serikat Persatuan Joyer dan bergabung ke kelompok kami,” ucap D.O. tegas. Xiumin, Chen, Lay dan Kai lagi-lagi saling berpandangan.
“Ini kan masalahku, Chen, Lay dan Kai seharusnya tidak usah dibawa-bawa untuk bergabung dong,” seru Xiumin.
“Xiumin,” Lay menepuk pundak Xiumin. Xiumin menoleh ke Lay. “Aku tidak keberatan kok dengan syarat mereka. Aku sudah mendengar masalahmu, jadi aku akan membantumu menyelesaikan malasalah ini,” jelas Lay.
“Aku juga,” seru Kai mantap. “Kalau kamu Chen?”
“Aku juga mau, tapi masalahnya adalah Jongdae. Apa dia mau membantu ya? Aku kurang dekat dengannya,” ucap Chen ragu.
“Masuk saja dulu, nanti Jongdae pasti setuju,” usul Kai. Chen berpikir sejenak.
“Baiklah, aku ikut masuk,” seru Chen mantap.
“Terima kasih teman-teman,” ucap Xiumin.
“Sama-sama,” sahut ketiga temannya.
“Kalau begitu, besok kami akan datang ke kafe ini lagi setelah matahari terbenam dan kami akan membawa kalian ke cabang kami di sini,” jelas D.O. Xiumin, Chen, Lay dan Kai mengangguk mengerti.
“Kalian berarti harus kenalan juga dengan Sehun, Suho, dan Baekhyun nanti. Mereka memang lagi ada misi di luar kota sekarang, tapi mereka rencananya akan pulang lagi ke sini minggu depan. Siap-siap ya, kita akan mulai menjalankan misi satu tim mulai dari minggu depan. Hua, aku sudah gak sabar,” seru Chanyeol girang.
“Chanyeol, kamu mulai keluar dari konteks. Kita harus membantu masalahnya Xiumin, kamu harus ingat itu. Kita juga harus memberi tahu Sehun, Suho, dan Baekhyun nanti,” tegas D.O.
“Iya, tenang saja, aku ingat kok,” ucap Chanyeol. “Oh iya, kalian satu kelaskan di sekolah?” tanya Chanyeol. Xiumin, Lay, Chen dan Kai mengangguk. “Aku, D.O. dan dua Diamond kami juga satu kelas seperti kalian tapi kami SMA swasta. Sehun, Baekhyun dan Suho juga satu sekolah dengan kami tapi beda kelas. Mereka bertiga dan diamond mereka juga satu kelas. Lucu banget ya, Joyer dengan Diamondnya bisa satu kelas, hehehe,” seru Chanyeol semangat.
“Chanyeol!” seru D.O.
“Ah, maaf, aku terlalu banyak ngomong ya. kalau begitu kami pamit dulu. Maaf atas pertempuran tadi,” pamit Chanyeol.
“Iya, tak apa,” kata Xiumin.
“Yurin-chan, ayo kita pulang,” ajak Chanyeol.
“Sudah selesai diskusinya?” tanya Yurin pada Chanyeol. Chanyeol mengangguk. “Aku dan Nika pulang dulu ya, Lefi, Dita, Terra. Kita bakalan ketemu lagi kok, kalian kan sekarang sudah menjadi bagian dari Serikat Perkumpulan Joyer juga karena Diamond Joyer yang masuk Serikat Persatuan Joyer juga harus ikut masuk,” jelas Yurin. Lefi, Dita dan Terra mengangguk seraya tersenyum.
“Terima kasih ya Lefi, Dita, Terra, sampai jumpa,” pamit Nika sopan.
“Sama-sama, hati-hati ya,” ucap Lefi. Nika mengangguk. Chanyeol, Yurin, D.O. dan Nika meninggalkan cafe.
“Sepertinya kita harus pulang juga deh,” seru Dita.
“Biar aku antar kalian pulang pakai mobil ya,” tawar Chen.
“Terima kasih Chen,” ucap Terra.
“Sama-sama,” balas Chen. Mereka bertujuh pulang juga diantar Chen dengan mobilnya.

***


PREVNEXT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar